news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Logo HUT RI 2026.
Sumber :
  • dok logohutri.istanapresiden.go.id

Makna Dibalik Logo HUT RI ke-81 Hasil Karya Pemuda Asal Padang

Hari ini, 17 Agustus 2026 menjadi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT RI ke-81. Berikut penjelasan asal-usul logonya yang memiliki makna mendalam.
Senin, 17 Agustus 2026 - 08:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Logo HUT RI ke-81 menjadi tema utama dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2026. Sebab ada nilai yang menjelaskan makna ulang tahun Indonesia yang ke-81. 

Upacara HUT Kemerdekaan RI
Sumber :
  • Istimewa

Dalam logo HUT ke-81 RI, mengandung tema yakni “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Hal ini diumumkan Pemerintah secara resmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026.

Ternyata logo yang terpilih merupakan hasil karya anak bangsa, Fajar Novario dari Padang yang telah menerjemahkan tema besar HUT ke-81 RI yakni Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

“Karya Saudara Fajar Novario memperoleh suara 44,73 persen dari total suara. Sekali lagi selamat kepada Saudara Fajar Novario, karya Anda ditetapkan sebagai logo Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, tahun 2026,” ucap Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardianto dalam keterangannya, dikutip dari laman setkab.go.id.

Logo HUT RI 2026
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com / setkab.go.id

Disebutkan pula oleh Wamen Juri, secara visual desain logo ciptaan Fahar tampak tegas dengan filosofi yang kuat. 

Dengan desain logo ini juga berasal dari eksplorasi keragaman motif tradisional berbagai daerah di Nusantara.

“Dalam keragaman tersebut, terdapat kesamaan pola yang menyimpulkan bahwa keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” kata Wamen Juri.

Respons Fajar Setelah Jadi Pemenang

Dalam keterangannya, Fajar menyebut kemenangannya memiliki arti lebih luas daripada hadiah dan pengakuan personal. Sebab ada tim yang juga ikut menyertai keberhasilannya. 

Keberhasilan Auman Design Bureau menjadi pembuktian bahwa studio dari luar Pulau Jawa mampu bersaing dalam proyek desain berskala nasional.

Fajar pun menilai kompetisi nasional selama ini lebih sering diikuti atau dimenangi studio mapan yang berbasis di kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung. Kehadiran tim dari Padang menunjukkan bahwa kualitas talenta kreatif tidak ditentukan oleh jarak geografis.

Kepercayaan Fajar terhadap proses sayembara juga tumbuh karena keterlibatan ADGI dan menolak terhadap praktik free pitching. 

“Kelima-lima itu dapat honorarium gitu. Kelima-lima itu hasil jerih payahnya tidak ada yang digratiskan. Jadi secara kredibilitas dan secara kepercayaan, kalau misalnya kayak ADGI yang menyelenggarakan aku percaya,” ujarnya dalam laman komdigi.

Fajar pun mengaku hadiah Rp100 juta yang diterimanya, tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Bersama tim berencana menjadikannya modal pengembangan studio sekaligus memperkuat ekosistem kreatif di Kota Padang.

“Jangan sampai kalau misalnya pemerintah A, daerah A ingin bikin logo, harus merekrut yang di Jakarta atau di Bandung. Padahal di daerahnya sendiri kita punya loh, gitu,” pesan Fajar.(klw)

 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:44
05:17
03:26
01:57
00:56
26:58

Viral