news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemilik Toko di NTT Viral Usai Gratiskan Susu hingga Popok Bayi untuk Korban Gempa.
Sumber :
  • Thread @kak_iman

Kebaikan di Tengah Bencana, Pemilik Toko di NTT Viral Usai Gratiskan Susu hingga Popok Bayi untuk Korban Gempa

Kebaikan pemilik toko di NTT viral usai gratiskan susu hingga popok bayi untuk warga terdampak gempa. Simak alasan haru di balik aksinya.
Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:18 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kisah solidaritas warga di tengah bencana gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menyentuh perhatian publik.

Seorang pemilik toko di Reo, Kabupaten Manggarai, memilih membuka tokonya bukan untuk mengejar keuntungan, melainkan membantu warga yang membutuhkan logistik setelah gempa.

Pemilik toko yang diketahui bernama Nurdin tersebut bahkan menggratiskan sejumlah kebutuhan dasar, khususnya untuk bayi dan anak-anak. Susu hingga popok bayi disiapkan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Aksi kemanusiaan tersebut kemudian viral di media sosial setelah diunggah melalui akun Threads @kang_iman.

Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, unggahan itu telah mendapatkan ribuan tanda suka dan menuai banyak komentar positif dari warganet.

Di tengah kondisi darurat pascagempa, tindakan Nurdin menjadi gambaran bagaimana masyarakat ikut mengambil peran untuk saling membantu ketika kebutuhan dasar sulit diperoleh.

Dalam video yang beredar, Nurdin terlihat menjelaskan alasan dirinya meminta karyawan tetap membuka toko setelah gempa.

Keputusan tersebut diambil meski para karyawannya juga terdampak bencana dan memiliki keluarga yang harus diurus. 

Namun, Nurdin meminta mereka membantu menyediakan barang bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa toko tersebut tidak dibuka untuk berjualan seperti hari biasa.

“Mereka juga kena musibah, mereka tadi juga sempat keberatan untuk buka hari ini, saya bilang kalau saya tidak mau jualan hari ini. Hanya mau menyiapkan untuk orang-orang yang butuh barang-barang seperti (untuk) bayi, susu, dan pampers. Itu aja,” ujar Nurdin dalam video yang diunggah akun Thread @kak_iman.

Sikap tersebut membuat toko yang berada di Reo itu berubah fungsi sementara. Barang-barang yang tersedia digunakan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak setelah gempa.

Nurdin mengatakan dirinya bersyukur karena kondisi toko masih cukup baik setelah gempa. Meskipun barang-barang di dalam toko sempat berantakan akibat guncangan, sebagian besar masih dapat digunakan.

“Nama tokonya Maci Mart Reo yang Alhamdulillah kami masih diberi perlindungan, barang-barang saja yang terbengkalai. Makanya saya dorong adik-adik (buka toko), mereka juga sibuk ngurus keluarga,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi alasan Nurdin memilih memanfaatkan apa yang masih tersedia di tokonya untuk membantu warga.

Keputusan itu juga menunjukkan bahwa bantuan dalam situasi bencana tidak selalu datang dalam bentuk paket besar dari lembaga resmi.

Masyarakat yang memiliki sumber daya di sekitar lokasi bencana juga dapat membantu memenuhi kebutuhan paling mendesak di lingkungannya.

Hal yang membuat aksi Nurdin semakin mendapat perhatian adalah keputusannya untuk tidak menjadikan situasi bencana sebagai kesempatan mencari keuntungan.

Ia bahkan menyebut penjualan rokok dihentikan agar sumber daya yang tersedia dapat diprioritaskan bagi kebutuhan masyarakat.

“Bukan saya mau cari untung, tidak, tapi untuk melayani yang memang membutuhkan. Terutama yang sudah saya arahkan. Rokok tidak ada yang dijual biar uang bisa disalurkan,” ungkap Nurdin.

Kebutuhan bayi menjadi salah satu perhatian utama dalam aksi sosial tersebut.

Susu dan popok atau pampers termasuk barang yang disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Barang-barang tersebut menjadi penting karena keluarga dengan bayi tetap membutuhkan perlengkapan khusus meskipun sedang berada dalam situasi darurat.

Dalam kondisi bencana, kebutuhan seperti makanan, air minum, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan kebutuhan kebersihan menjadi bagian penting dari bantuan kemanusiaan.

Apa yang dilakukan Nurdin setidaknya membantu warga di sekitar tokonya mendapatkan sebagian kebutuhan tersebut tanpa harus memikirkan biaya.

Bantuan yang diberikan Nurdin ternyata tidak hanya berupa barang.

Ia juga mengatakan menyediakan layanan penarikan uang di cabang tokonya yang lain. Layanan tersebut diberikan karena ada warga yang membutuhkan akses terhadap uang tunai di tengah kondisi pascabencana.

“Kami masih melayani penarikan uang di cabang satunya, itu khusus penarikan uang untuk yang butuh dan karena itu permintaan masyarakat,” sambungnya.

Langkah ini menjadi penting karena bencana dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Dengan menyediakan layanan tersebut, Nurdin tidak hanya membantu kebutuhan logistik, tetapi juga mencoba memastikan warga tetap dapat mengakses dana yang mereka perlukan.

Kebaikan Nurdin juga mendapat kesaksian dari warganet yang mengaku berada di lokasi.

Salah satu pengguna media sosial bahkan mengatakan bahwa dirinya sempat datang untuk membeli barang. Namun, Nurdin justru meminta agar barang tersebut tidak dibayar.

“Iya Bapak ini baik, tadi kami mau beli tapi Bapak bilang, ‘Jangan, ini untuk melayani masyarakat.’ Jadi, kata bapaknya uang donasi salurkan saja,” tulis akun @itsme.lagaimo.

Komentar tersebut semakin memperkuat cerita mengenai aksi Nurdin yang memilih membantu warga tanpa mengambil keuntungan dari kebutuhan darurat.

Warganet lainnya juga mendoakan agar Nurdin dan keluarganya mendapatkan perlindungan serta rezeki setelah membantu masyarakat yang terdampak gempa.

Aksi sosial tersebut berlangsung ketika penanganan darurat gempa bumi Flores masih dilakukan.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dampaknya dirasakan di sejumlah wilayah dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa.

Data BPBD NTT hingga Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA mencatat 19.297 rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

BNPB sebelumnya juga melaporkan puluhan korban jiwa dan ratusan orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Data terus diperbarui seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan.

Pemerintah juga terus melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak gempa.

Menko PMK Pratikno bersama Kepala BNPB Suharyanto telah meninjau sejumlah lokasi terdampak, termasuk wilayah Reo di Kabupaten Manggarai.

Pemerintah daerah juga didorong membentuk satuan tugas agar koordinasi penanganan bencana dapat berlangsung lebih cepat dan merata.

BNPB menyatakan penanganan darurat dilakukan secara terpadu dengan pengerahan bantuan ke berbagai wilayah terdampak. 

Posko utama di Labuan Bajo dan Maumere digunakan untuk mendukung distribusi bantuan ke sejumlah kabupaten di Flores.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur yang terdampak gempa.

Kementerian Pekerjaan Umum meminta pemerintah daerah segera melaporkan titik-titik kerusakan Jalan Trans Flores agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
05:07
01:30
06:26
01:12
01:16

Viral