- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Bikin Takjub! Aksi KDM dalam Meringankan Beban Warga NTT yang Terdampak Gempa Bumi
Jakarta, tvonenews.com- Gempa bumi yang terjadi di NTT pada Sabtu (15/8) lalu mencuri perhatian berbagai publik dan berbagai pihak, seperti Gubernur Dedi Mulyadi secara pribadi yang disapa KDM.
Dedi Mulyadi menyampaikan kalau ia bersama jajarannya, dan kalangan pengusaha berhasil mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan senilai Rp4 miliar.
Gubernur Jawa Barat itu, mengatakan kalau pihaknya, mengalokasikan dana bantuan tersebut untuk mambantu warga NTT yang terdampak bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
- tvOne/Jo Kenaru
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi yang disapa KDM itu mengingatkan bahwa pentingnya sikap saling membantu antardaerah tanpa memandang batas administratif.
Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah merupakan kewajiban moral seluruh elemen masyarakat dari berbagai elemen atau status.
Pihak-pihak yang terlibat dalam dana bantuan tersebut diantaranya ada dana pribadi KDM sebesar Rp600 Juta, dan ASN Pemprov Jawa Barat: Rp400 juta, juga Baznas Jawa Barat sebanyak Rp1 miliar (sumber zakat ASN dan BUMD Jabar) hingga Bank BJB (BJB Peduli) senilai Rp1 miliar, dan pihak-pihak lainnya.
“Meskipun lokasi bencana berada di luar Provinsi Jawa Barat, kita hidup harus saling membantu. Prinsip orang yang sedang kesusahan, ditengok saja sudah menjadi kebahagiaan, apalagi jika dibawakan bantuan,” pesan Gubernur Dedi Mulyadi, dikutip dari Bapendajabar, Jumat (21/8).
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Kamis pukul 16.00 WIB bertambah menjadi 75 jiwa.
Melansir laman BNPB, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, mengatakan jumlah tersebut bertambah empat jiwa dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 71 korban meninggal dunia.
“Hari ini, bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, di Nagekeo bertambah satu,” kata Berton.
Selain bantuan dana dari KDM, ada juga bantuan dana dari pemerintah kota lainnya seperti Sherly Tjoanda sebesar Rp1 Miliar.
Merangkum dari laman BNPB, disebutkan sejumlah bantuan telah disalurkan baik melalui jalur darat maupun udara. Bantuan yang tiba, di antaranya paket logistik dari pemerintah pusat yang dikirimkan melalui Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdana Kusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).
Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.925 paket. Disebut akan disalurkan di lokasi terdampak diantaranya Kabupaten Manggarai Barat 550 Paket, Kabupaten Manggarai 1.000 Paket, Kabupaten Manggarai Timur 550 Paket, Kabupaten Ngada 550 Paket, Kabupaten Nagekeo 550 Paket, Kabupaten Sikka 1.000 Paket, dan Kabupaten Ende 725 Paket.
Selain dengan distribusi logistik, pemerintah pusat melalui BNPB juga mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dalam upaya penanganan darurat gempa Mag7,7 di NTT. Sementara posko taktis akan diaktifkan di Kota Maumere.(klw)