news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Heboh Misteri Orang Hilang di Jeju, Korea Selatan.
Sumber :
  • X @562side

Viral Misteri Orang Hilang di Jeju, Penemuan 4 Jenazah dalam 3 Hari Berturut-turut Bikin Geger

Misteri orang hilang di Jeju memanas setelah 4 jenazah ditemukan dalam 3 hari. Polisi kini memeriksa ulang 298 kasus yang pernah ditangani.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:49 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews,com - Pulau Jeju, Korea Selatan, tengah menjadi sorotan setelah empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia dalam rentang waktu hanya tiga hari.

Rangkaian penemuan jenazah ini semakin mengundang perhatian karena dua di antaranya berkaitan dengan kasus orang hilang yang diduga ditutup secara tidak semestinya oleh seorang polisi.

Kasus tersebut bermula dari hilangnya Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun, pada Mei 2026. Penyelidikan kemudian mengungkap dugaan bahwa seorang polisi bermarga Boo menutup laporan tersebut dengan menyampaikan informasi yang tidak benar kepada keluarga, tanpa benar-benar memastikan keberadaan maupun keselamatan Jang.

Jenazah yang diyakini sebagai Jang akhirnya ditemukan 104 hari setelah ia dinyatakan hilang. Ironisnya, lokasi penemuan berada tidak jauh dari tempatnya terakhir diketahui berada.

Kasus ini kini berkembang menjadi persoalan serius di tubuh kepolisian Korea Selatan.

Sebanyak 298 laporan orang hilang yang pernah ditangani polisi tersebut tengah diperiksa ulang untuk mengetahui apakah ada kasus lain yang ditutup tanpa prosedur semestinya.

Awal Misteri Hilangnya Jang Mi-ran

Jang Mi-ran dilaporkan hilang pada 15 Mei 2026. Saat itu, pasangannya menghubungi polisi setelah Jang tidak diketahui keberadaannya dari tempat penginapan jangka panjangnya di Hallim-eup, Jeju.

Polisi sempat melakukan pencarian di sekitar penginapan dan kawasan Pelabuhan Hallim. Informasi lokasi dari telepon seluler Jang juga digunakan dalam proses pencarian.

Namun, beberapa jam kemudian, polisi bermarga Boo yang menangani laporan tersebut diduga menyampaikan bahwa dirinya telah berhasil menghubungi Jang.

Menurut keterangan yang diberikan kepada keluarga, Jang disebut dalam keadaan aman dan tidak ingin keberadaannya diketahui oleh keluarganya. Berdasarkan informasi tersebut, pencarian kemudian dihentikan dan kasus dinyatakan selesai.

Masalah muncul ketika penyidik berikutnya tidak menemukan catatan komunikasi yang membuktikan bahwa Boo benar-benar pernah menghubungi Jang.

Polisi juga menemukan dugaan adanya penghapusan informasi terkait laporan tersebut dari sistem.

Kasus Jang kemudian kembali dibuka setelah keluarganya melaporkan kehilangan tersebut untuk kedua kalinya pada Juli.

Pencarian kembali terhadap Jang akhirnya membuahkan hasil pada Senin, 24 Agustus 2026.

Sekitar pukul 10.46 waktu setempat, petugas menemukan jenazah yang diyakini sebagai Jang di sebuah perkebunan pohon palem di Hallim-eup. Lokasi tersebut berada relatif dekat dengan tempat penginapannya sebelum ia menghilang.

Laporan Yonhap menyebut jenazah ditemukan sekitar satu kilometer dari tempat Jang tinggal.

Sumber lain yang mengutip hasil penyelidikan menyebut lokasi tersebut berjarak sekitar 400 meter dari penginapan.

Identifikasi dan pemeriksaan forensik kemudian dilakukan untuk memastikan identitas serta penyebab kematiannya.

Polisi pada awalnya menyatakan belum menemukan tanda-tanda jelas adanya tindak kekerasan dari kondisi jenazah, tetapi penyebab pasti kematian tetap harus ditentukan melalui pemeriksaan forensik.

Perkembangan terbaru kemudian membuat kasus tersebut semakin serius.

Laporan media Korea pada 25 Agustus menyebut pemeriksaan forensik telah mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut merupakan Jang Mi-ran.

Pria Berusia 60-an Juga Ditemukan Meninggal

Kasus Jang ternyata bukan satu-satunya laporan orang hilang yang diduga ditangani secara bermasalah oleh polisi bermarga Boo.

Seorang pria berusia 60-an dilaporkan hilang pada 2 Juli 2026. Keluarganya menyampaikan bahwa pria tersebut meninggalkan rumah pada 28 Juni dan kemudian tidak dapat dihubungi.

Keluarga juga mengaku khawatir karena sebelumnya pria tersebut sempat menyampaikan kepada anaknya bahwa dirinya mengalami kegagalan bisnis dan memiliki banyak utang.

Namun, polisi tersebut diduga kembali memberikan informasi bahwa pria itu telah berhasil dihubungi dan berada dalam keadaan aman. Keluarga kemudian menunggu kepulangannya.

Setelah kasus Jang mencuat, keluarga pria tersebut kembali membuat laporan kehilangan pada 21 Agustus. Sehari kemudian, polisi menemukan pria itu dalam kondisi meninggal di Songdang-ri, Gujwa-eup, Jeju City.

Putra korban kemudian mengungkapkan kekecewaannya kepada media. Ia mengatakan keluarganya mempercayai informasi polisi bahwa sang ayah dalam keadaan aman, tetapi yang akhirnya ditemukan justru jenazahnya.

Empat Jenazah Ditemukan dalam Tiga Hari

Situasi semakin menggemparkan karena dalam rentang sekitar tiga hari, terdapat empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang kemudian ditemukan meninggal di sejumlah lokasi di Jeju.

Dua kasus di antaranya berkaitan langsung dengan dugaan penutupan laporan secara tidak semestinya, yakni kasus Jang Mi-ran dan pria berusia 60-an tersebut.

Dua penemuan lainnya terjadi dalam waktu berdekatan.

Pada 24 Agustus, seorang korban yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal di sekitar sebuah lembah di Aewol-eup.

Pada hari yang sama, seorang pria yang diperkirakan berusia 70-an ditemukan meninggal di perairan dekat Sinheung-ri, Jocheon-eup. Jenazah tersebut ditemukan oleh seseorang yang sedang memancing dan kemudian dilaporkan kepada layanan darurat.

Yang membuat kasus Jeju semakin mengkhawatirkan adalah jumlah laporan yang pernah ditangani oleh polisi bermarga Boo.

Kepolisian Nasional Korea Selatan menyatakan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap 298 kasus orang hilang yang pernah ditangani oleh petugas tersebut.

Angka tersebut bukan berarti 298 kasus telah terbukti dipalsukan atau ditutup secara ilegal. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kasus lain yang memiliki pola serupa dan apakah prosedur penanganannya telah dijalankan dengan benar.

Polisi menduga setidaknya sejumlah kasus mungkin ditutup tanpa verifikasi memadai. 

Petugas yang menjadi pusat penyelidikan tersebut telah diamankan terkait dugaan penutupan kasus Jang secara palsu.

Ia menghadapi penyelidikan atas dugaan kelalaian dalam menjalankan tugas serta pemalsuan atau penggunaan catatan resmi yang berkaitan dengan penanganan laporan orang hilang.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral