- Threads @wisata_daerah_aceh
Viral di Threads, Video Jenazah Korban Banjir Nepal Diduga Diambil Emasnya di Tengah Situasi Bencana
tvOnenews.com - Banjir Nepal yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, menyisakan duka mendalam setelah ratusan orang dilaporkan tewas. Di tengah situasi tersebut, Viral sebuah Video di Threads yang memperlihatkan Jenazah Korban Banjir Nepal diduga diambil emasnya hingga memicu keprihatinan warganet.
Bencana Banjir Nepal terjadi sejak Rabu pagi, 26 Agustus 2026. Gelombang air bah yang bercampur lumpur tebal menerjang kawasan permukiman di lereng Himalaya, menghancurkan sejumlah infrastruktur dan membuat kondisi kemanusiaan di wilayah terdampak semakin memprihatinkan.
Di tengah kondisi tersebut, muncul Video yang Viral di Threads dan menjadi sorotan warganet. Video itu diunggah akun @wisata_daerah_aceh dengan narasi mengenai dugaan pengambilan emas dari telinga Jenazah Korban Banjir Nepal.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menyebut video itu menggambarkan situasi ketika kemanusiaan diuji di tengah bencana. Narasi tersebut juga menyoroti dugaan tindakan seorang penduduk yang mengambil emas yang berada di telinga jenazah korban.
“Nepal — Di Tengah Bencana, Kemanusiaan Diuji. Di tengah reruntuhan akibat bencana di Nepal, seorang penduduk terlihat mengambil emas yang berada di telinga jenazah. Peristiwa ini menjadi gambaran pahit tentang bagaimana kondisi krisis dapat memunculkan tindakan yang mengabaikan rasa kemanusiaan dan penghormatan terhadap korban.”
“Semoga setiap korban tetap dihormati, dan situasi pascabencana dapat segera ditangani dengan penuh kepedulian,” tutupnya.
Dalam Video tersebut terlihat dua orang pria berada di sekitar Jenazah Korban. Salah seorang tampak menggunakan bambu dan kayu untuk menarik tubuh korban, sedangkan pria lainnya terlihat menarik rambut korban hingga mendekati bagian telinga.
Banjir Nepal. (Sumber: Threads @wisata_daerah_aceh)
Dugaan pengambilan emas dari jenazah itulah yang kemudian membuat unggahan tersebut Viral dan menuai beragam reaksi. Warganet mengaku miris melihat perlakuan terhadap korban yang berada dalam kondisi tidak berdaya di tengah bencana besar tersebut.
“Ya Allah, ga tega banget liat videonya, ada lagi video mereka nyeret jenazahnya lewat. Kenapa ya ga diperlakukan layak? Apa mungkin mereka juga udah lelah kali ya,” tulis akun @0708ailemaymma.
Komentar lain datang dari akun @raya.siagian.7 yang mengaku heran dengan dugaan tindakan tersebut. “Masih ada pikiran ambil barang orang meninggal, ya ampun,” tulisnya.
Sementara itu, akun @redchipspotato1448 juga menyampaikan keprihatinannya terhadap perlakuan terhadap jenazah dalam Video tersebut. “Astaghfirullah.. Sampai ditarik-tarik gitu rambut jenazah demi emas yang bukan miliknya..” tulis akun tersebut.
Akun @ftimh_azzhr bahkan mengaku awalnya mengira kedua pria dalam Video sedang berusaha mengevakuasi jenazah Korban. Namun, ia kemudian merasa terkejut setelah melihat dugaan tindakan yang dilakukan terhadap korban.
“kaget banget kirain mau ditolongin ambil mayatnya ternyata mau diambil emasnya. nauzubillah ya Allah,” tulisnya.
Bencana Banjir Nepal dan Tibet sendiri telah menyebabkan dampak besar di kawasan perbatasan kedua wilayah. Hingga Kamis malam, 27 Agustus 2026, lebih dari 270 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara hampir 1.400 orang masih dinyatakan hilang.
Dari jumlah orang yang hilang tersebut, sekitar 500 di antaranya disebut merupakan wisatawan asing dari sejumlah negara, termasuk India, Malaysia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Selain itu, puluhan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air dilaporkan terjebak di dalam terowongan.
Kerusakan akibat Banjir Nepal juga meluas ke berbagai infrastruktur. Sedikitnya 19 jembatan dilaporkan hancur dan hampir 40 kilometer jalan raya mengalami kerusakan. Sejumlah desa di sepanjang bantaran Sungai Bhotekoshi, Trishuli, dan Narayani juga terdampak arus banjir.
Wilayah dengan kerusakan parah di Nepal berada di Distrik Rasuwa, khususnya kawasan sepanjang aliran Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Sementara di Tibet, China, banjir dan longsor lumpur menerjang Kota Shigatse serta kawasan Gyirong yang berbatasan langsung dengan Nepal.
Di tengah situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban ataupun terdampak langsung akibat bencana di Nepal dan China. Hingga kini, proses penanganan dan pencarian korban masih menjadi perhatian di wilayah terdampak.
(anf)