news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sembahyang Rebut di Singkawang.
Sumber :
  • TikTok @skwfoodie

Viral! Sembahyang Rebut di Singkawang Ricuh, Warga Serbu Persembahan Sebelum Ritual Selesai

Viral sembahyang rebut di Singkawang ricuh setelah warga menyerbu persembahan sebelum ritual selesai. Detik-detiknya ramai menjadi perhatian warganet.
Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Viral sembahyang rebut di Singkawang menjadi perhatian setelah ratusan warga terlihat menyerbu makanan dan persembahan sebelum ritual selesai. Momen tersebut terjadi dalam tradisi sembahyang rebut pada rangkaian Hungry Ghost Festival atau Festival Hantu Kelaparan, Kamis, 27 Agustus 2026.

Detik-detik sembahyang rebut yang berlangsung di kawasan Pasar Kulor, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tersebut terekam dalam video dan beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, warga tampak berdesakan untuk mengambil makanan serta berbagai persembahan yang telah disiapkan di area altar.

Momen viral tersebut salah satunya dibagikan melalui akun TikTok @skwfoodie. Video memperlihatkan Thai Mo Pak yang masih menjalankan ritual ketika warga justru mulai menyerbu persembahan. Padahal, menurut keterangan dalam video, aba-aba dari panitia belum diberikan dan ritual doa belum selesai.

Dalam video tersebut, terlihat Thai Mo Pak masih melakukan ritual mengundang arwah. Dupa yang digunakan dalam prosesi juga disebut masih dalam proses dibakar ketika warga mulai bergerak mengambil makanan yang tersedia di sekitar altar.

“Thai Mo Pak baru melakukan ritual mengundang arwah. Tunggu lempar bendera baru mulai. Bendera belum dilepas, tiba-tiba sudah diserbu,” tulis keterangan dalam video yang diunggah akun @skwfoodie.


Sembahyang Rebut di Singkawang. (Sumber: TikTok @skwfoodie)

Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian dari sejumlah warganet. Beberapa di antaranya menyayangkan tindakan warga yang mengambil persembahan sebelum rangkaian ritual selesai dan meminta agar pelaksanaan tradisi tersebut mendapat pengamanan lebih ketat pada tahun berikutnya.

Akun @liena menuliskan, “Ritual belum selesai sudah direbut. Entah ada pertanda apa tahun ini. Semoga Tuhan melindungi kita semua dan dijauhkan dari hal-hal buruk.”

Komentar serupa disampaikan akun @julianaolive. Ia menilai pengamanan di sekitar lokasi perlu diperketat agar pelaksanaan ritual tidak terganggu oleh warga yang terlalu cepat menyerbu makanan dan barang persembahan.

“Pelajaran buat tahun depan lebih diperketat sekeliling, agar tidak ada yang merusak ritual doa untuk makhluk yang menderita. Kalau bisa jangan dibagikan di hari yang sama. Vihara yang saya selalu datangi sekarang menjalankan gitu agar tidak terjadi kerusuhan rebut barang sembahyang. Jujur miris lihatnya kayak diserang penjajah,” tulis @julianaolive.

Sementara itu, akun @nakkahere mengaku lebih khawatir melihat kondisi Thai Mo Pak yang berada di tengah kerumunan. Beruntung, sejumlah orang langsung bergerak memberikan perlindungan ketika situasi semakin padat.

“Saya lebih ketar-ketir lihat sifu itu. Untung gercep ada yang melindungi,” tulis akun @nakkahere.

Akun @mshart juga mengungkapkan kesedihannya melihat aksi warga yang mengambil persembahan ketika upacara belum selesai. Menurutnya, makanan dan barang persembahan tersebut sebenarnya dapat dibagikan setelah ritual berakhir.

“Upacara belum selesai sudah dijarah. Sangat sedih melihatnya, padahal kalau sudah selesai pasti dibagi,” tulis akun @mshart.

Kericuhan dalam sembahyang rebut tersebut berlangsung di kawasan Pasar Kulor, Kota Singkawang, tepatnya di Vihara Tri Dharma Sui Kheu Thai Pak Kung atau yang dikenal sebagai Vihara Kulor. Vihara tersebut merupakan salah satu tempat ibadah penting bagi masyarakat Tionghoa di Singkawang dan menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah tradisi keagamaan.

Aksi saling berebut persembahan terjadi di area altar ketika Thai Mo Pak masih memimpin rangkaian ritual. Tim Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Pasar Kulor bahkan harus bergerak cepat untuk melindungi Thai Mo Pak yang disebut berusia 84 tahun dari desakan ratusan orang.

Secara tradisi, perebutan sesaji dalam sembahyang rebut memang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Namun, proses tersebut dilakukan setelah ritual doa selesai dan terdapat aba-aba sebagai tanda bahwa warga sudah diperbolehkan mengambil makanan maupun persembahan yang telah disiapkan.

Sembahyang rebut merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang digelar untuk menghormati arwah leluhur serta arwah terlantar. Tradisi ini berkaitan dengan perayaan bulan ketujuh dalam kalender Imlek yang dikenal sebagai bulan hantu atau bulan arwah, serta memiliki sejumlah penyebutan di berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, berbagai makanan, kue, buah-buahan, dan sesaji lainnya disusun di atas altar. Setelah rangkaian doa selesai, warga kemudian diperbolehkan mengambil atau merebut persembahan tersebut. Tradisi ini juga dipercaya memiliki makna keberuntungan dan rezeki bagi orang yang mendapatkannya.

Selain penyediaan sesaji, rangkaian ritual juga dapat melibatkan figur simbolis Thai Se Ja yang berkaitan dengan kepercayaan mengenai penguasa atau pengawas para arwah. Prosesi kemudian dapat dilanjutkan dengan pembakaran sejumlah atribut ritual sebagai simbol pengembalian arwah ke alamnya.

Peristiwa viral di Singkawang ini pun menjadi perhatian karena aksi perebutan terjadi ketika ritual masih berlangsung. Rekaman tersebut memperlihatkan antusiasme warga yang begitu tinggi hingga membuat suasana di sekitar altar menjadi sesak dan sempat ricuh.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral