news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dago Diary umumkan akan berhenti produksi karena kesulitan cari tenaga kerja.
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @dago_dairy

Alasan Sebenarnya Dago Dairy Ingin Berhenti Beroperasi, Video Pengumumannya Viral di Sosmed

Kabar mengejutkan datang dari industri olahan susu (dairy) Kota Bandung. Peternakan sapi sekaligus pemasok produk olahan susu kenamaan, Dago Dairy, resmi meng-
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:24 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Kabar mengejutkan datang dari industri olahan susu (dairy) Kota Bandung. Peternakan sapi sekaligus pemasok produk olahan susu kenamaan, Dago Dairy, resmi mengambil keputusan pahit untuk menghentikan seluruh operasional bisnis yang telah mereka rintis bertahun-tahun.

Pengumuman penutupan usaha tersebut disampaikan langsung oleh sang pemilik, Mark Hallet, melalui unggahan video di akun Instagram resmi @dago_dairy yang kemudian viral usai diunggah ulang oleh akun Threads @foodnotestories.

Keputusan berat ini terpaksa diambil akibat imbas krisis tenaga kerja produktif serta ketiadaan generasi penerus bisnis keluarga tersebut.

Aktivitas edukasi wisata ternak Dago Dairy
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @dago_dairy

Minim Minat Anak Muda hingga Harus Kerja Dua Shift

Mark Hallet mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang mendorong penghentian operasional peternakan adalah kelangkaan pekerja yang merintangi jalannya usaha selama dua tahun terakhir.

"Hampir dua tahun kami kekurangan karyawan. Anak muda tidak berminat untuk bekerja di peternakan," ujar Mark Hallet dalam unggahan video perpisahannya.

Kondisi tersebut memaksa Mark dan sang istri, Yanti, harus menguras tenaga ekstra untuk menjaga stabilitas produksi.

Mark bahkan terpaksa bekerja hingga dua shift setiap hari, yang berdampak pada berkurangnya waktu untuk pemeliharaan rutin sapi maupun perawatan sarana kandang.

Aktivitas edukasi wisata ternak Dago Dairy
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @dago_dairy

Tanpa Generasi Penerus dan Pesan Haru Perpisahan

Selain masalah tenaga kerja, faktor regenerasi menjadi alasan kuat lain di balik penutupan Dago Dairy. Kedua putra Mark dan Yanti yang kini bermukim di Australia memilih untuk tidak meneruskan usaha peternakan orang tua mereka.

"Kedua putra kami tinggal di Australia. Mereka mencintai Indonesia, tetapi tidak ingin melanjutkan peternakan," tutur Yanti.

Meski harus menyudahi perjalanan panjang bisnisnya, pihak manajemen Dago Dairy menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada para pekerja serta seluruh mitra usaha yang setia mendukung perjalanan mereka.

Ucapan terima kasih khusus dialamatkan kepada jajaran kafe dan bakery, Rumah Sakit Santo Borromeus dan Advent, Supermarket Yogya, Supermarket Setiabudi, Rosa Arts, hingga Dr. Asep yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem tumbuh tumbuh kembang Dago Dairy di Bandung.

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral