news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Aktivitas edukasi wisata ternak Dago Dairy.
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @dago_dairy

Rekam Jejak Dago Dairy Peternakan di Bandung yang Viral di Sosmed Sulit Cari Tenaga Kerja

Penghentian operasional Dago Dairy tidak hanya menyisakan duka bagi industri susu olahan, tetapi juga meninggalkan kerinduan bagi para pencinta wisata edukasi -
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:30 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Penghentian operasional Dago Dairy tidak hanya menyisakan duka bagi industri susu olahan, tetapi juga meninggalkan kerinduan bagi para pencinta wisata edukasi di Bandung.

Peternakan yang berlokasi di kawasan Buniwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini telah menjadi ikon wisata keluarga sejak pertama kali berdiri pada 2015.

Di atas lahan seluas sekitar 2 hektare, Dago Dairy yang dirintis oleh pria asal Australia, Mark Hallet, bersama istrinya Yanti, menawarkan konsep peternakan terpadu.

Tempat ini menjadi destinasi favorit anak-anak dan keluarga untuk berinteraksi langsung dengan sapi perah, memberi makan ternak, serta mempelajari tahapan pengolahan susu secara alami.

Aktivitas edukasi wisata ternak Dago Dairy
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @dago_dairy

Pelopor Susu Organik dan Olahan Premium

Dago Dairy dikenal sangat konsisten menjaga mutu produksi. Sapi-sapi perah di peternakan ini dipelihara secara organik untuk menghasilkan susu murni berkualitas tinggi.

Guna mempertahankan cita rasa dan kandungan nutrisinya, seluruh susu segar diproses langsung di lokasi menggunakan metode pasteurisasi suhu rendah.

Tak hanya susu murni, Dago Dairy sukses memikat pasar lewat berbagai produk olahan premium seperti yogurt, Greek yogurt, hingga keju artisanal.

Dago Diary umumkan akan berhenti produksi karena kesulitan cari tenaga kerja
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram @dago_dairy

Titik Akhir Berstatus Sulit Pekerja

Sayangnya, perjalanan usaha yang memadukan sektor agribisnis dan pariwisata ini harus terhenti di pertengahan 2026.

Masalah kelangkaan tenaga kerja muda yang berlangsung selama hampir dua tahun menjadi pukulan telak bagi operasional harian.

"Anak muda tidak berminat untuk bekerja di peternakan," tutur Mark Hallet dalam pengumuman resminya.

Keterbatasan personil membuat pasangan suami istri tersebut harus turun tangan mengambil alih seluruh beban kerja fisik yang berat setiap hari.

Kondisi yang tak lagi memungkinkan ini akhirnya memaksa Dago Dairy menyudahi kiprahnya setelah 11 tahun mewarnai dunia peternakan dan pariwisata Lembang.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral