- YouTube Disney+ Indonesia
6 Rekomendasi Drakor Aksi Adaptasi Webtoon Populer dan Bikin Tegang
tvOnenews.com - Bosan dengan cerita romantis? Ada banyak rekomendasi drakor aksi adaptasi webtoon yang menawarkan cerita penuh pertarungan dan ketegangan. Enam judul berikut menghadirkan beragam kisah, mulai dari school action tentang kehidupan siswa hingga aksi spionase dengan alur thriller yang intens.
Genre school action menjadi salah satu daya tarik dalam sejumlah Drakor yang diadaptasi dari webtoon. Ceritanya tidak hanya berpusat pada kehidupan sekolah, tetapi juga menghadirkan perundungan, persahabatan, pertarungan, hingga perjuangan menghadapi kelompok berandalan.
Selain kisah sekolah, terdapat pula drama bergenre thriller dengan aksi yang lebih luas. Keenam rekomendasi drakor berikut bisa menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai cerita penuh konflik, karakter kuat, dan adegan aksi yang membuat penasaran.
1. Weak Hero Class 1 dan 2
Weak Hero Class menjadi salah satu rekomendasi drakor aksi yang menarik bagi penggemar school action. Drama ini mengikuti Yeon Si-eun, siswa teladan yang terlihat lemah secara fisik, tetapi memiliki kecerdasan luar biasa. Ketika menjadi sasaran perundungan, ia memanfaatkan strategi dan benda di sekitarnya untuk melawan para berandalan.
Musim pertama dibintangi Park Ji-hoon, Choi Hyun-wook, dan Hong Kyung. Cerita kemudian berlanjut pada musim kedua dengan Ryeoun, Lee Jun-young, dan Bae Na-ra. Konflik Si-eun semakin besar ketika ia memasuki sekolah baru yang memiliki lingkungan jauh lebih keras.
Weak Hero Class 1 dan 2 masing-masing terdiri dari delapan episode. Musim pertama tersedia melalui Wavve dan Viki, sedangkan musim kedua dapat disaksikan melalui Netflix. Drama ini cocok bagi penonton yang menyukai cerita sekolah dengan pertarungan intens sekaligus konflik persahabatan.
2. Study Group
Study Group menjadi pilihan menarik untuk penggemar Drakor bertema school action dengan sentuhan komedi dan pertarungan. Kisahnya mengikuti Yoon Ga-min, siswa yang sebenarnya ingin fokus belajar dan masuk perguruan tinggi. Masalahnya, ia bersekolah di SMK Yusung yang justru dikenal sebagai sekolah para berandalan.
Ketika kelompok belajar yang dibentuk Ga-min terus diganggu, ia akhirnya harus menggunakan kemampuan bela dirinya. Situasi tersebut membuat perjuangannya untuk belajar berubah menjadi pertarungan menghadapi berbagai masalah di sekolah. Konsep ini membuat Study Group menawarkan perpaduan antara ambisi akademis dan aksi.