- Istimewa
Film Dokumenter Krakatoa: The Last Days Kembali Viral, Detik-Detik Mencekam Dahsyatnya Letusan Gunung Krakatau 1883
tvOnenews.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan mengalami aktivitas erupsi sejak Jumat, 4 September 2026 malam.
Aktivitas vulkanik tersebut kembali terjadi pada Minggu, 6 September 2026 dini hari. Erupsi dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.53 WIB.
Gunung Anak Krakatau berada pada status Level III atau Siaga. Abu vulkanik dari aktivitas erupsi tersebut dilaporkan terbawa angin dan mencapai sejumlah wilayah.
Sebaran abu bahkan disebut mencapai sebagian wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat masyarakat kembali menaruh perhatian terhadap aktivitas gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut.
Aktivitas erupsi juga berdampak terhadap operasional penerbangan. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilaporkan sempat ditutup sementara akibat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Penutupan operasional bandara kemudian diperpanjang. Sejumlah penumpang terdampak dilaporkan masih berada di kawasan bandara dan menunggu informasi terkait penerbangan mereka.
Kondisi ini membuat masyarakat kembali mengingat sejarah panjang Krakatau, termasuk tragedi besar yang terjadi lebih dari satu abad lalu.
Publik juga kembali mengingat salah satu peristiwa alam paling dahsyat dalam sejarah Indonesia dan dunia, yakni letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Peristiwa mengerikan tersebut bahkan pernah diangkat ke dalam sebuah film dokumenter bergaya drama berjudul Krakatoa: The Last Days.
Film ini menggambarkan kembali bagaimana dahsyatnya letusan Krakatau yang memicu tsunami besar dan meninggalkan dampak luar biasa bagi wilayah Asia Tenggara.
- Istimewa
Krakatoa: The Last Days, Film tentang Detik-Detik Mencekam Letusan 1883
Salah satu film yang kembali banyak diperbincangkan ketika aktivitas Anak Krakatau meningkat adalah Krakatoa: The Last Days.
Film ini merupakan doku-drama produksi BBC yang dirilis pada tahun 2006. Berbeda dengan film bencana biasa, Krakatoa: The Last Days mencoba membawa penonton kembali ke masa lalu melalui rekonstruksi sejarah.
Film tersebut menceritakan kembali detik-detik menjelang dan saat terjadinya letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Cerita dalam film dibangun berdasarkan catatan sejarah dan kesaksian orang-orang yang mengalami langsung bencana tersebut.
Penonton diajak membayangkan situasi masyarakat yang tinggal di sekitar Selat Sunda ketika aktivitas Gunung Krakatau mulai meningkat.
Pada awalnya, tidak semua orang menyadari bahwa aktivitas gunung tersebut akan berakhir menjadi salah satu bencana vulkanik terbesar dalam sejarah manusia.
Namun, situasi kemudian berubah menjadi mengerikan ketika Krakatau akhirnya meletus dengan kekuatan luar biasa.
Letusan Krakatau 1883 yang Menggemparkan Dunia
Letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 dikenal sebagai salah satu letusan gunung api paling dahsyat dalam sejarah.
Puncak bencana terjadi pada akhir Agustus 1883. Ledakan besar Krakatau tidak hanya menghancurkan wilayah di sekitarnya, tetapi juga menghasilkan gelombang tsunami besar.
Tsunami kemudian menerjang sejumlah kawasan pesisir di sekitar Selat Sunda.
Banyak permukiman yang berada di wilayah pesisir mengalami kehancuran. Gelombang besar datang tanpa memberi kesempatan kepada banyak penduduk untuk menyelamatkan diri.
Tragedi tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah sangat besar. Puluhan ribu orang dilaporkan meninggal akibat bencana yang sebagian besar disebabkan oleh tsunami.
Dahsyatnya letusan Krakatau juga menjadi perhatian dunia pada masa itu.
Ledakan gunung tersebut dikenal memiliki suara yang sangat kuat dan dilaporkan terdengar hingga ribuan kilometer dari lokasi letusan.
Selain dampak langsung berupa ledakan dan tsunami, letusan Krakatau juga memengaruhi kondisi atmosfer.
Material vulkanik yang terlempar ke atmosfer menyebabkan berbagai perubahan yang kemudian menjadi perhatian para ilmuwan.
Tsunami yang Mengubah Sejarah Asia Tenggara
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Selat Sunda, letusan Krakatau 1883 bukan sekadar peristiwa alam biasa.
Bencana tersebut menjadi salah satu tragedi terbesar yang pernah terjadi di kawasan Asia Tenggara.
Tsunami yang muncul setelah letusan menghancurkan wilayah pesisir dan mengubah kehidupan masyarakat dalam waktu singkat.
Sejumlah daerah yang sebelumnya ramai dan menjadi pusat aktivitas masyarakat mengalami kerusakan parah.
Krakatau pun menjadi simbol dahsyatnya kekuatan alam yang sulit diprediksi manusia.
Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi bahan penelitian dan pembelajaran bagi para ahli.
Sejarah Krakatau 1883 juga menjadi pengingat penting tentang kehidupan masyarakat Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.
Indonesia memiliki banyak gunung api aktif sehingga pemantauan aktivitas vulkanik dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana menjadi hal yang sangat penting. (gwn)