- Ilustrasi AI/ChatGPT
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI Minta Warga Lakukan 5 M, Apa Saja?
tvOnenews.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah mencapai sejumlah wilayah di Jakarta.
Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait untuk memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Sementara itu, abu vulkanik dari erupsi tersebut telah menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa arah sebaran abu vulkanik sangat dipengaruhi oleh kondisi angin.
Karena itu, pemerintah akan terus memantau pergerakan abu melalui koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait.
- Instagram/pramonoanungw
Warga Jakarta Diminta Lakukan 5 M
Di tengah sebaran abu vulkanik, Pramono meminta masyarakat Jakarta untuk tidak panik. Namun, warga tetap diminta waspada, terutama jika wilayah tempat tinggalnya mulai terdampak.
"Kepada masyarakat Jakarta, saya mengimbau untuk tetap tenang dan waspada bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik. Lakukan 5 M," ujarnya.
Lalu, apa saja 5 M yang dimaksud Gubernur DKI Jakarta?
1. Memakai masker atau perlindungan diri
Warga diminta menggunakan masker atau alat perlindungan diri, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik yang beterbangan di udara.
"Memakai masker atau perlindungan diri, terutama saat berada di luar ruangan," kata Pramono.
2. Menutup pintu, jendela, dan sumber air
Langkah berikutnya adalah menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi kemungkinan abu vulkanik masuk ke dalam ruangan.
Selain itu, warga juga diminta melindungi sumber air agar tidak terkontaminasi abu.
"Menutup pintu, jendela, serta sumber air agar tidak terkontaminasi dengan abu vulkanik," ujarnya.
3. Membatasi aktivitas di luar ruangan
Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi abu vulkanik terlihat cukup pekat.
Pembatasan aktivitas luar ruangan dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri dari paparan abu vulkanik.
4. Membersihkan abu dengan cara dibasahi terlebih dahulu
Abu vulkanik yang menempel di rumah atau lingkungan sekitar sebaiknya tidak langsung dibersihkan dalam kondisi kering.
Pramono menyarankan warga membasahi abu terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan.
"Membersihkan abu dengan membasahi terlebih dahulu agar partikel tidak kembali berterbangan," jelasnya.
5. Memantau informasi dari kanal resmi
Warga Jakarta juga diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga terkait.
Pramono meminta masyarakat memantau informasi dari pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, serta BPBD.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik," katanya.
Segera ke Faskes Jika Mengalami Gangguan Pernapasan
Selain menerapkan langkah-langkah tersebut, warga yang mengalami gangguan kesehatan juga diminta segera mencari pertolongan medis.
Pramono mengimbau masyarakat untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan atau kondisi penglihatan yang memburuk.
"Segera kunjungi faskes terdekat apabila mengalami gejala penyakit pernapasan dan penglihatan yang memburuk," ujarnya.
Di akhir pesannya, Pramono kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga anggota keluarga dari paparan abu vulkanik.
"Tetap waspada, lindungi diri dan keluarga. Mari bersama-sama jaga Jakarta dengan menjaga diri kita sendiri-sendiri dari abu vulkanik," pungkasnya. (gwn)