- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Ternyata Ini Manfaat Water Mist yang Diupayakan Pemprov DKI Jakarta, Berikut Daftar Wilayah yang Disemprot
Jakarta, tvOnenews.com- Pemerintah Provinsi Kota DKI Jakarta melakukan upaya, untuk menindaklanjuti penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Satu langkah tersebut, berupa penyemprotan water mist (air) yang direncanakan akan dilakukan di beberapa wilayah terdampak abu vulkanik.
- Ilustrasi AI/ChatGPT
Sehubungan dengan water mist ini, disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto untuk membantu mengendalikan debu dan partikulat di udara sekaligus menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
"Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat,” ujarnya dalam antara.
Dijelaskan kalau, penyemprotan water mist bakal dilakukan secara paralel di lima wilayah Jakarta, dengan sejumlah koridor utama, antara lain Silang Monas serta Jalan M.H. Thamrin-Jenderal Sudirman.
Di wilayah Jakarta Utara, penyemprotan dilakukan di Jalan Yos Sudarso dari Tanjung Priok hingga Cempaka Mas, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Pluit.
Sementara di wilayah Jakarta Pusat, kegiatan mencakup koridor Cempaka Mas hingga Green Pramuka.
Perlu untuk diketahui, salah satu wilayah yang merasakan abu vulkanik ialah Lampung, Banten dan Jakarta.
- Ilustrated by ChatGPT
Abu vulkanik saat di udara biasanya ukurannya sangat kecil, kurang dari 2µm dan dapat menghasilkan materi padat atau gas yang berbahaya seperti CO (karbon monoksida), SO2 (sulfur dioksida), H2S (hidrogen sulfida), metana dan lainnya.
Secara umum abu vulkanik yang bersifat iritan dan korosif dapat menyebabkan masalah kesehatan khususnya menyebabkan pada kulit, mata, otot dan saluran napas.
Keterangan BMKG soal Sebaran Abu Vulkanik
Sehubungan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sudah diinformasikan BMKG yang erupsi sejak Jumat malam 4 September 2026 tercatat sudah sampai ke sebagian wilayah Jakarta.
Hal ini terlihat dari citra satelit yang dibagikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun Instagram resmi mereka.
Dalam Instagram BMKG Wilayah 2 per pukul 05.00 WIB ada dua katagori sebaran abu berdasarkan ketinggiannya.
"Citra Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) 6 September 2026, 05.00 WIB. Berdasarkan perkembangan informasi aktivitas erupsi GAK dari PVMBG dan VAAC Darwin serta hasil analisis RGB Citra Himawari-9 teridentifikasi sebaran abu vulkanik," demikian keterangan BMKG wilayah 2 dikutip Minggu 6 September 2026.(klw)