- X/diarybyraa | X/FajarDawnVirgo
Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Pihak Berwenang dalam Autobiografinya: Silahkan Autopsi, Cek Lambungku
tvOnenews.com - Surat wasiat Fajar Sahrudin yang terungkap dalam dokumen autobiografinya terus menyedot perhatian publik serta memicu keprihatinan mendalam di jagat media sosial X.
Pria tersebut diduga kuat mengambil keputusan memilukan untuk mengakhiri hidupnya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat. Jenazahnya pun baru ditemukan pada Minggu (6/9/2026) dini hari WIB.
TRIGGER WARNING: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
- X/FajarDawnVirgo | X/poyokgadanggg
Sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia, Fajar diketahui sempat menyusun sebuah dokumen autobiografi pribadi secara terperinci melalui sebuah platform situs web khusus.
Rekam jejak kehidupannya dari masa kecil hingga detik-detik hari terakhirnya ia tuangkan secara sistematis, termasuk menyertakan deretan pesan dan surat perpisahan tertulis yang dialamatkan secara personal kepada berbagai pihak.
Di dalam isi dokumen autobiografi digital tersebut, Fajar menuliskan sejumlah surat perpisahan yang ditujukan secara khusus kepada orang-orang di lingkungan sekitarnya, mulai dari pihak keluarga hingga pihak berwenang.
Salah satu bagian yang paling menyita perhatian publik adalah lembaran surat tertulis yang dialamatkan langsung bagi aparat kepolisian serta tim medis forensik.
Melalui sepucuk surat yang ia tulis tangan secara rapi dan personal tersebut, Fajar menyampaikan pernyataan resmi bahwa ia mengizinkan otoritas terkait untuk melakukan autopsi medis terhadap tubuhnya, guna kepentingan penyelidikan hukum maupun pembuktian medis secara sah.
"Dear authority, silahkan autopsi tubuhku, cek lambungku," tulis Fajar, dikutip dari autobiografinya pada Selasa (8/9/2026).
Kendati memberikan persetujuan serta kebebasan penuh bagi pihak berwenang untuk melakukan autopsi terhadap jasadnya, Fajar tetap menyertakan sebuah catatan pengecualian yang amat penting.
Dalam surat yang sama, ia menegaskan permohonan khusus agar seluruh hasil tindakan autopsi medis terhadap tubuhnya tidak dibagikan ke publik.
"Aku tidak mengizinkan hasil autopsi dibagikan kepada publik, kecuali jika hal itu berhubungan dengan NACN dan kesehatan mentalku dan kasus Jessica Wongso," sambung isi surat tersebut.
- Figma/Fajar Sahrudin
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, jajaran kepolisian masih terus melakukan proses penyelidikan intensif guna mengusut secara tuntas kasus dugaan aksi bunuh diri Fajar Sahrudin.
Aparat dari Polsek Metro Tanah Abang bersama Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Pusat terus mengumpulkan berbagai fakta di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan lebih dalam.
"Petugas telah melakukan pengecekan dan olah TKP bersama Tim Identifikasi serta Dokkes. Dari hasil pemeriksaan awal pada bagian luar tubuh FS, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo dalam rilis yang diterima tvOnenews.com, Selasa (8/9/2026).
Diketahui, jenazah Fajar sudah diambil oleh pihak keluarga dari Rumah Duka Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Senen, Jakarta Pusat dan telah dimakamkan di kampung halamannya, Lampung. (ism)