- Figma/Fajar Sahrudin
Teman Fajar Sahrudin Mengaku Diteror Hingga Konsul ke Psikiater Usai Namanya Tercantum dalam Autobiografi: Saya Cemas
Endruuu menyebutkan bahwa ia merasa takut disudutkan oleh para netizen saat menyampaikan pendapatnya.
Dirinya mengaku hanya mendengarkan cerita temannya dalam satu kali pertemuan saja.
“Sebenarnya i was the one in the group dan mau berpendapat tapi takut aku yang diserang balik coz netizen sudah iba dengan autobiografinya. I’m not his good friend cuman bantu dengerin ceritanya aja sekali, ketemu juga cuman sekali,” tulis Endruuu.
Menurutnya, penilaian netizen sudah tidak terarah seakan melihat hanya dari satu sisi dari autobiografi Fajar.
Sehingga teman-teman juga merasa terseret dalam arus meski tidak tahu persoalan yang sebenarnya.
Pemilik akun tersebut kini dalam kondisi yang kurang baik setelah kasus kematian ini mencuat ke publik.
“Kondisiku sekarang gimana? Kacau! Aku ketrigger, kerjaan keganggu, mental keganggu, hubungan ikut keganggu,” ujarnya.
“Jadi kita ini harus jadi orang seperti apa? Banyak sekali pertanyaan yang terlintas jadinya seolah semua hal yang dilakuin salah. Berteman salah, pilih-pilih teman salah, membantu teman salah, cutoff teman salah, punya mental health issue salah, berbuat baik masih aja salah,” lanjutnya.
FS Sempat Ingin Mengakhiri Hidup
Almarhum pernah curhat kepada Endruuu meski tidak sepernuhnya terbuka. Ternyata Fajar Sahrudin pernah mencoba untuk bunuh diri tahun lalu.
Saat itu rekan-rekannya berusaha mencegah.
“Tahun lalu almarhum juga sudah mencoba untuk bunuh diri. Aku dah mencoba membantu dan kenal lah sama temennya di Jogja ikut bantu nyari almarhum saat itu. Setelahnya beliau gaada kabar selama setahun,” katannya.
(kmr)