news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fajar Sahrudin yang ditemukan meninggal dunia diduga bunuh diri di GBK.
Sumber :
  • Figma/Fajar Sahrudin | X/FajarDawnVirgo

Bukan Cuma Autobiografi, Jejak Digital Fajar Sahrudin Ungkap Pergulatan Mental dan Alasan Enggan ke Psikolog

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin di kawasan GBK menyisakan perhatian besar di media sosial. Terungkap alasan Fajar enggan temui psikolog untuk obati trauma.
Rabu, 9 September 2026 - 14:52 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin (31) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, menyisakan perhatian besar di media sosial.

Sebelum kabar kematiannya dikonfirmasi, sejumlah unggahan mengenai dirinya sempat dianggap sebagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Kepolisian kemudian memastikan bahwa seorang pria memang ditemukan meninggal dunia di area Plaza Utara, Pintu 10 GBK, pada Minggu dini hari, 6 September 2026.

Fajar Sahrudin, pria yang diduga bunuh diri di kawasan GBK
Sumber :
  • Instagram/Threads @fajardawnvirgo

Petugas Polsek Metro Tanah Abang bersama Tim Identifikasi dan Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari pemeriksaan awal, polisi menyampaikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kasus tersebut kemudian semakin menjadi sorotan karena sejumlah tulisan dan unggahan Fajar di dunia maya kembali ditemukan. Sebelum meninggal, ia diketahui cukup terbuka membagikan pemikirannya melalui sejumlah platform digital.

TRIGGER WARNINGInformasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasa gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak professional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pernah Membahas Kondisi Mentalnya

Salah satu bagian dari jejak digital Fajar yang kembali diperbincangkan adalah tulisan yang dibuatnya pada awal 2026. Dalam unggahan tersebut, ia pernah membicarakan kondisi psikologis yang tengah dihadapinya.

Fajar juga menyebut dirinya mengalami gangguan bipolar dan sedang berusaha menghadapi trauma yang dialaminya.

Fajar Sahrudin Pernah Ungkap Alasan Enggan ke Psikolog dan Bicara soal Percobaan Akhiri Hidup
Sumber :
  • Threads @fajardawnvirgo

Namun, dalam tulisannya, ia mengungkapkan alasan mengapa pada saat itu dirinya tidak memiliki keinginan untuk menemui psikolog.

Unggahan itu dibuat pada 30 Januari 2026 melalui akun Threads @fajardawnvirgo. Pernyataan tersebut kini kembali menjadi perhatian setelah kabar kematian Fajar muncul beberapa bulan kemudian.

"Mungkin saya memang tidak perlu ke psikolog karena saya sudah kehilangan makna untuk hidup dan tidak ingin mengubah ataupun diselamatkan. Toh menurut dokter Danang orang yang datang ke Psikolog seharusnya adalah orang-orang yang ada keinginan kuat untuk mengubahnya bukan?" tulis Fajar Sahrudin dalam akun Threadsnya @fajardawnvirgo.

Sempat Menyinggung Percobaan Sebelumnya

Bukan hanya soal keengganannya mendapatkan bantuan profesional, tulisan lama Fajar juga memperlihatkan bahwa ia telah lama bergulat dengan persoalan tersebut.

Dalam salah satu tulisannya, Fajar bahkan menyebut dirinya telah melakukan percobaan sebelumnya dan menganggap satu percobaan berikutnya sebagai yang terakhir.

"Saya akan segera meninggalkan dunia ini setelah saya selesai menulis autobiography saya. Dan ini akan menjadi percobaan ke-4 dan terakhir kalinya dalam hidup saya," lanjut Fajar di unggahan Threadsnya.

Rekan Sempat Hubungi Sehari Sebelum Meninggal

Fajar Sahrudin, pria yang diduga bunuh diri di kawasan GBK
Sumber :
  • Threads/fajardawnvirgo

Kisah Fajar juga kembali dibagikan oleh orang-orang yang mengenalnya.

Salah satunya pemilik akun X @littledruw yang mengaku sempat mengirim pesan langsung kepada Fajar sehari sebelum kabar kematiannya.

Saat ditanya mengenai kondisi dirinya, Fajar menjawab bahwa dirinya baik-baik saja. Rekannya pun mengaku tidak menyangka bahwa di balik jawaban singkat tersebut terdapat persoalan yang begitu berat.

“Sehari sebelum almarhum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya juga aku DM. Nanya kabar dan jawabannya “good”. Kupikir beneran baik,“ ujar @littledruw.

Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa seseorang yang terlihat normal atau mengatakan dirinya baik-baik saja belum tentu benar-benar terbebas dari tekanan psikologis. (asl)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:38
02:00
06:46
05:01
01:32
01:35

Viral