- YouTube tvOneNews
Hari Kedua Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Area Pencarian
tvOnenews.com - Memasuki hari kedua, pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda masih berlanjut. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan menerjunkan enam kapal usai sempat terkendala abu vulkanik dan gelombang tinggi.
Lima jurnalis yang bertugas di wilayah Provinsi Banten hilang kontak sejak Senin sore saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis lepas. Selain kelima jurnalis tersebut, kapal juga mengangkut tiga orang lainnya, yakni kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata.
Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan pencarian di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Total delapan orang yang berada di dalam kapal tercatat hilang kontak, terdiri dari 5 jurnalis serta 3 kru kapal. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dengan dukungan sarana dan alat pencarian yang terus ditingkatkan setiap harinya.
Kronologi Kejadian
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Pelabuhan Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat Arupadatu 1 menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Perjalanan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.
Pukul 14.42 WIB, salah satu jurnalis bernama Bagus sempat melakukan komunikasi terakhir dan mengirimkan fitur share location kepada rekannya sesama jurnalis yang berada di Lampung. Namun, sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan speedboat tersebut sepenuhnya terputus di koordinat dugaan 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.
Hingga lebih dari 24 jam sejak keberangkatan, rombongan belum juga kembali ke pelabuhan.
Kendala Pencarian
Tim Basarnas Banten mengaku menghadapi sejumlah kendala selama proses pencarian berlangsung. Riski Dwianto, Kasie Ops Basarnas Banten, dalam tayangan Kabar Merah Putih yang tayang pada 9 September 2026 menjelaskan kondisi di lapangan.
"Kalau berdasarkan tim yang turun ke lapangan, tadi sudah melaksanakan pencarian. Kemudian, kendala-kendala yang kita hadapi, termasuk di dalamnya adalah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, di mana abu vulkanik masih menyebar," ujarnya.
"Kemudian, untuk cuaca juga kurang bersahabat karena gelombang serta arus itu cukup tinggi sehingga itu menjadi sebuah kendala yang memaksimalkan pelaksanaan operasi SAR pada hari ini," lanjutnya.