news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda.
Sumber :
  • YouTube tvOneNews

Hari Kedua Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Area Pencarian

Hari kedua pencarian 5 jurnalis hilang kontak di Selat Sunda, Tim SAR perluas area pencarian dengan tim gabungan usai terkendala abu vulkanik dan gelombang tinggi.
Rabu, 9 September 2026 - 17:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Memasuki hari kedua, pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda masih berlanjut. Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan menerjunkan enam kapal usai sempat terkendala abu vulkanik dan gelombang tinggi.

Lima jurnalis yang bertugas di wilayah Provinsi Banten hilang kontak sejak Senin sore saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis lepas. Selain kelima jurnalis tersebut, kapal juga mengangkut tiga orang lainnya, yakni kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata.

Tim SAR gabungan hingga kini masih terus melakukan pencarian di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Total delapan orang yang berada di dalam kapal tercatat hilang kontak, terdiri dari 5 jurnalis serta 3 kru kapal. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR dengan dukungan sarana dan alat pencarian yang terus ditingkatkan setiap harinya.

Kronologi Kejadian

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Pelabuhan Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat Arupadatu 1 menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Perjalanan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.

Pukul 14.42 WIB, salah satu jurnalis bernama Bagus sempat melakukan komunikasi terakhir dan mengirimkan fitur share location kepada rekannya sesama jurnalis yang berada di Lampung. Namun, sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan speedboat tersebut sepenuhnya terputus di koordinat dugaan 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Hingga lebih dari 24 jam sejak keberangkatan, rombongan belum juga kembali ke pelabuhan.

Kendala Pencarian

Tim Basarnas Banten mengaku menghadapi sejumlah kendala selama proses pencarian berlangsung. Riski Dwianto, Kasie Ops Basarnas Banten, dalam tayangan Kabar Merah Putih yang tayang pada 9 September 2026 menjelaskan kondisi di lapangan.

"Kalau berdasarkan tim yang turun ke lapangan, tadi sudah melaksanakan pencarian. Kemudian, kendala-kendala yang kita hadapi, termasuk di dalamnya adalah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, di mana abu vulkanik masih menyebar," ujarnya.

"Kemudian, untuk cuaca juga kurang bersahabat karena gelombang serta arus itu cukup tinggi sehingga itu menjadi sebuah kendala yang memaksimalkan pelaksanaan operasi SAR pada hari ini," lanjutnya.

Riski juga menjelaskan rencana operasi selanjutnya yang disampaikan pada malam sebelumnya. "Untuk langkah-langkah selanjutnya, untuk malam hari ini, KN SAR Tatuka masih melaksanakan pencarian. Kemudian, kita menunggu perkembangan evaluasi yang kita dapatkan dari KN SAR Tatuka, yang selanjutnya akan kita jadikan dasar rencana operasi untuk esok hari," jelasnya.

Area Pencarian Diperluas

Tim SAR sempat menyisir titik terakhir salah satu jurnalis menghubungi keluarganya hingga ke perairan dekat Gunung Anak Krakatau dengan mengerahkan empat kapal besar. Namun, hasil pencarian sejak sore hingga malam hari itu masih nihil. Tim SAR kemudian mendirikan pos pencarian di Pantai Marina, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Memasuki hari kedua, operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR beserta dukungan sarana dan alat pencarian. Pada hari kedua ini, pencarian diperluas dengan menerjunkan lima tim gabungan guna menyisir area yang lebih luas di sekitar Selat Sunda.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:53
02:38
02:00
06:46
05:01
01:32

Viral