news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kode NACN dalam surat terakhir di autobiografi Fajar Sahrudin yang jenazahnya ditemukan meninggal dunia di GBK.
Sumber :
  • X/FajarDawnVirgo | Figma/Fajar Sahrudin

Misteri Kode NACN dalam Autobiografi Fajar Sahrudin sebelum Jenazahnya Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Salah satu teka-teki paling menyita perhatian yang ditinggalkan Fajar Sahrudin adalah kode “NACN” dalam autobiografinya menjelang peristiwa memilukan tersebut.
Sabtu, 12 September 2026 - 12:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Peristiwa tragis penemuan jasad Fajar Sahrudin (31) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, hingga kini masih terus menyita perhatian publik luas.

Sebelum jasadnya ditemukan terbaring tak bernyawa pada Minggu (6/9/2026) lalu, pria tersebut menghebohkan linimasa media sosial X lantaran merancang perpisahan yang sangat detail dan sistematis.

Salah satu teka-teki paling menyita perhatian yang ditinggalkan Fajar Sahrudin adalah kode “NACN” dalam autobiografi pribadinya menjelang peristiwa memilukan tersebut.

TRIGGER WARNING: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di sekitar Pintu 10 kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK)
Sumber :
  • X/FajarDawnVirgo | X/poyokgadanggg

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Fajar memang sempat menyusun sebuah dokumen autobiografi digital yang amat rinci melalui sebuah platform situs web khusus.

Di dalam situs tersebut, ia menguraikan seluruh perjalanan kehidupannya secara detail, mulai dari masa kecil, perjuangan finansial yang berat, hingga rentetan trauma hidupnya.

Tak hanya itu, isi autobiografi tersebut juga memuat tangkapan layar bukti transfer donasi puluhan juta rupiah, foto kado perpisahan untuk orang-orang di sekitarnya, serta deretan surat perpisahan tertulis tangan.

Di antara deretan pesan tertulis tersebut, Fajar menyisipkan sepucuk surat tangan yang dialamatkan secara khusus untuk pihak berwajib.

Dalam surat izin yang memperbolehkan kepolisian serta tim medis forensik melakukan prosedur autopsi terhadap jasadnya tersebut, Fajar secara misterius menyematkan kode singkat berupa tulisan “NACN”.

Keberadaan kode tersebut seketika memicu berbagai spekulasi luas di kalangan khalayak umum maupun netizen di media sosial.

Secara istilah kimia, kode NACN merujuk pada senyawa Natrium Sianida (Sodium Cyanide), yaitu sejenis bahan kimia beracun yang teramat mematikan bagi tubuh manusia.

Kendati demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti apa maksud sebenarnya dari tindakan Fajar yang sengaja menuliskan kode zat kimia berbahaya tersebut tepat di dalam lembaran surat persetujuan tindakan autopsi terhadap tubuhnya.

Fajar Sahrudin (31) atau Stewie, pria asal Kedaung, Kemiling, Lampung yang tewas diduga mengakhiri hidup di kawasan GBK
Sumber :
  • Instagram/@stewiecopp

Di sisi lain, temuan di lapangan oleh aparat kepolisian seolah memperkuat indikasi adanya zat berbahaya di lokasi kejadian.

Pihak Polsek Metro Tanah Abang bersama tim medis yang menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengonfirmasi, bahwa petugas menemukan sebuah botol air mineral kemasan berisi cairan yang mengandung racun di sekitar jasad Fajar, yang terbaring tak bernyawa di area Pintu 10 GBK.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, FS diduga mengakhiri hidupnya dengan cara meminum air mineral kemasan yang mengandung racun."

"Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa tersebut," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo dalam pernyataan yang diterima oleh tvOnenews.com pada Selasa (8/9/2026).

 

Meskipun Fajar sempat menyisipkan kode tentang racun serta memberikan izin medis, kepastian tersebut tidak diuji melalui tindakan bedah forensik.

Menurut keterangan kakak sulung Fajar, Deni, jenazah adiknya yang semula disemayamkan di RSCM Jakarta Pusat langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Lampung untuk segera dimakamkan di kampung halamannya, tanpa melewati proses autopsi.

"Saya mengklarifikasi bahwasanya adik saya telah meninggal dunia dan telah dimakamkan di Lampung," ujar Deni saat dihubungi tvOnenews.com, Rabu (9/9/2026). (ism)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral