- Instagram @dedimulyadi71 @kanayawhu
Siapa Sosok Teteh Kanaya Whu? Vokalis Emka 9 yang Dikabarkan Wafat hingga Dedi Mulyadi Ucapkan Duka Mendalam
tvOnenews.com - Kabar duka datang dari dunia seni Jawa Barat. Penyanyi Kanaya Whulan atau yang lebih dikenal dengan nama Kanaya Whu dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 13 September 2026.
Kanaya Whu dikenal luas sebagai vokalis Emka 9, grup musik yang dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sosoknya kerap hadir dalam berbagai kegiatan budaya dan agenda Dedi Mulyadi, termasuk program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga.
Kabar kepergian Kanaya disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Dedi menyebut Kanaya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena penyakit kanker.
Kepergian Kanaya menjadi kabar yang mengejutkan karena belum lama sebelumnya ia masih terlihat tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat.
Salah satu penampilan terakhir Kanaya yang dikenang masyarakat terjadi pada peringatan HUT ke-81 RI di Jawa Barat pada 17 Agustus 2026.
Saat itu, Kanaya tampil dalam iring-iringan kereta kencana yang membawa Bendera Merah Putih dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate. Ia membawakan lagu "Melati di Tapal Batas" karya maestro musik Indonesia, Ismail Marzuki.
Dalam penampilan tersebut, Kanaya mengenakan pakaian bernuansa veteran. Ia duduk bersama kru Emka 9 lainnya yang bertugas mengiringi rangkaian acara.
Lagu "Melati di Tapal Batas" sendiri menggambarkan kekaguman terhadap keberanian dan perjuangan perempuan di tengah situasi peperangan.
Momen tersebut kini menjadi salah satu penampilan Kanaya yang kembali dikenang setelah kabar kepergiannya.
Siapa Kanaya Whu?
- Instagram @kanayawhu
Kanaya Whulan atau Kanaya Whu merupakan penyanyi yang dikenal sebagai vokalis Emka 9.
Namanya semakin familiar di masyarakat Jawa Barat karena ia sering tampil dalam berbagai agenda kebudayaan bersama Dedi Mulyadi.
Sejumlah pemberitaan mengenai profil Kanaya menyebut ia mulai menjadi vokalis Emka 9 pada 2019, menggantikan vokalis sebelumnya, Echa. Sejak saat itu, Kanaya menjadi salah satu wajah yang paling dikenal dari grup musik tersebut.
Emka 9 sendiri merupakan grup musik yang telah dibentuk Dedi Mulyadi jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Grup tersebut kemudian kerap tampil dalam berbagai kegiatan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan masyarakat.
Kanaya pun semakin dikenal karena suara merdunya ketika membawakan lagu-lagu bernuansa Sunda karya Dedi Mulyadi.
Salah satu hal yang membuat Kanaya memiliki posisi penting di Emka 9 adalah kemampuannya membawakan lagu-lagu karya Dedi Mulyadi yang sarat dengan unsur budaya dan nilai kehidupan.
Beberapa lagu yang pernah dibawakannya antara lain "Kaasih Indung", "Lungse", "Lampah", "Rubuh", hingga "Rindu Purnama".
Dalam sebuah perbincangan yang dikutip dari kanal YouTube Kadisdik Jabar, Kanaya pernah bercerita mengenai pengalamannya ketika pertama kali bergabung dengan Emka 9.
Ia mengaku sempat mengalami kesulitan karena sebagian besar lagu yang dibawakan menggunakan bahasa Sunda. Kanaya sendiri tumbuh dan menempuh pendidikan di Jakarta sehingga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lagu-lagu berbahasa Sunda.
Namun, kesulitan tersebut perlahan teratasi. Kanaya mengatakan setiap lagu yang dibuat Dedi Mulyadi memiliki cerita dan makna tersendiri.
Di balik aktivitasnya sebagai vokalis Emka 9, Kanaya ternyata sempat menjalani pekerjaan di bidang kantoran.
Namun, pekerjaan tersebut pada akhirnya tidak menjadi pilihan jangka panjang. Kecintaannya terhadap dunia tarik suara membuat Kanaya memilih kembali menekuni bidang yang sudah disukainya sejak kecil.
Dalam sejumlah profil yang membahas dirinya, Kanaya disebut sudah menyukai aktivitas menyanyi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Minat tersebut juga disebut mendapat pengaruh dari sang ibu yang memiliki ketertarikan terhadap seni dan kemampuan bernyanyi.
Selain tampil bersama Emka 9, Kanaya juga tercatat pernah terlibat dalam sejumlah kegiatan seni dan hiburan. Namanya bahkan dikaitkan dengan pengalaman sebagai artis cilik yang tampil dalam beberapa produksi hiburan.
Kanaya Whu juga cukup aktif membagikan aktivitasnya melalui media sosial. Akun Instagram @kanayawhu banyak berisi dokumentasi penampilannya di berbagai panggung, termasuk ketika bersama Emka 9.
Kehadirannya dalam berbagai acara membuat sosok Kanaya semakin dikenal, terutama oleh masyarakat yang mengikuti kegiatan kebudayaan dan agenda Dedi Mulyadi di sejumlah daerah Jawa Barat.
Sebelum kabar duka muncul, Kanaya masih dikenal sebagai salah satu penyanyi yang aktif mengisi berbagai acara bersama Emka 9. Penampilannya yang kerap menggunakan busana tradisional Sunda juga menjadi salah satu ciri yang melekat pada sosoknya.
Kanaya Whu Meninggal Dunia karena Kanker
Kabar meninggalnya Kanaya Whu disampaikan Dedi Mulyadi pada Minggu, 13 September 2026. Dalam keterangannya, Dedi menyebut Kanaya mengembuskan napas terakhir di RSHS Bandung setelah menderita kanker.
Dedi kemudian menyampaikan doa sekaligus permintaan agar masyarakat memaafkan kesalahan Kanaya semasa hidup.
"Kami menyampaikan berita duka, telah meninggal dunia saudari kita, sahabat kita, teh Kanaya di Rumah Sakit Hassan Sadiqin, Bandung karena menderita kanker. Semoga almarhum diterima iman islamnya, diampuni segala dosanya, dan diterima di sisi Allah SWT. Dan mohon dimaafkan atas segala kesalahannya. Semoga keluarganya ditabahkan dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini. Saya ucapkan terima kasih," kata Dedi Mulyadi.
Dalam unggahan lainnya, Dedi juga menuliskan pesan penuh haru untuk Kanaya. Ia mengenang karya-karya yang telah diberikan sang penyanyi selama hidupnya.
"Surga untukmu, Teh Kanaya," tulis Dedi Mulyadi.
Dedi juga mengungkapkan rasa kehilangan melalui tulisan yang mengaitkan sosok Kanaya dengan salah satu karya yang pernah dinyanyikannya.
"Kini kau benar-benar menjadi purnama yang dirindukan. Terima kasih atas segala karya. Bahagia kini kau jelang. Selamat jalan," lanjut KDM.
Kabar kepergian Kanaya juga disampaikan melalui akun Instagram sang penyanyi. Pihak keluarga meminta masyarakat memberikan doa untuk almarhumah sekaligus memohon maaf apabila Kanaya pernah melakukan kesalahan selama hidupnya.
Dedi Mulyadi turut menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat melalui akun Instagram miliknya.
"Assalamu'alaikum, untuk semuanya adik saya kanaya, mohon doanya untuk kaka saya yang telah berpulang ke rahmatullah, semoga amal baik nya diterima oleh Allah SWT, mohon doanya dan saya sebagai adiknya meminta maaf jikalau ada kesalahan yang disengaja maupun tidak, dan bila kaka saya memiliki masalah utang piutang tolong kabari, terima kasih," kata Dedi Mulyadi, dikutip dari akun Instagram miliknya, @dedimulyadi71.
Pesan tersebut sekaligus menjadi permohonan keluarga agar siapa pun yang mengenal Kanaya dapat memaafkan kesalahan almarhumah.
Dedi Mulyadi mengatakan Kanaya akan dimakamkan di daerah yang disebutnya sebagai tempat kelahiran sang penyanyi, yakni Kabupaten Tasikmalaya.
"Dan Kanaya akan dimakamkan di tempat kelahirannya, di Kabupaten Tasikmalaya," pungkas Dedi.
Sebelum kepergiannya, Kanaya telah meninggalkan banyak kenangan melalui suara dan penampilannya bersama Emka 9.
Penampilan Kanaya dalam berbagai agenda bersama Emka 9, termasuk momen membawakan lagu "Melati di Tapal Batas" pada peringatan HUT ke-81 RI, kini menjadi bagian dari jejak terakhir perjalanan kariernya.
Selamat jalan, Teh Kanaya Whu.
(tsy)