- Instagram/betrandpetoputraonsu
Tak Hanya Dilecehkan, Korban Dugaan Pelecehan Seksual Betrand Peto Disebut Alami Kekerasan hingga Pemaksaan
"Bukan hanya dilecehkan, tetapi ada kekerasan dan pemaksaan. Ini salah satu visum untuk hidung, yang katanya dibenturkan," ujar kuasa hukum korban.
Ia kemudian menunjukkan bagian tubuh korban yang disebut mengalami luka dan memar.
"Kemudian di leher (menunjukkan bukti kekerasan), kemudian tangannya biru, ada memar, di tangannya lagi karena ada pemaksaan. Kemudian tangannya, dan ini bekas luka cakaran," lanjutnya.
Menurut kuasa hukum, bukti-bukti tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai bagian dari laporan yang dibuat.
Dalam kesempatan tersebut, kuasa hukum korban juga memberikan klarifikasi mengenai teman korban yang turut menjadi korban dari kejadian tersebut.
Teman korban disebut mengalami penganiayaan yang menyebabkan telinganya robek. Hal itu juga sudah dijelaskan melalui media sosial dan beredar luas.
Kuasa hukum korban menegaskan bahwa sosok yang disebut melakukan penganiayaan terhadap teman korban bukanlah BP, melainkan salah satu temannya.
"Saya ingin meluruskan, pelaku terhadap dia (teman korban) bukan BP, tapi temannya BP," kata kuasa hukum korban.
"Ketika dia tahu temannya dilecehkan, dia marah, ketika dia marah, dia malah dianiaya, dengan ditarik anting di kupingnya, sehingga kupingnya koyak (robek). Dan sudah ada juga laporannya," ujar kuasa hukum.
Sementara itu, Betrand Peto atau BP alias ATT sebelumnya disebut dalam laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang telah dibenarkan pihak Polda Metro Jaya.
Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya juga menyatakan masih mendalami informasi mengenai kejadian tersebut.
Keluarga Ruben disebut akan bersikap kooperatif dan menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian. (gwn)