- YouTube/Reyben Entertainment - Instagram/betrandpetoputraonsu
Server Klub Blak-blakan Sebut Betrand Peto Justru Tak Lakukan Kekerasan: Dia Malah Nanya Keadaan Korban
tvOnenews.com - Gelombang kontroversi terkait penyanyi muda Betrand Peto kembali memicu perbincangan panas, setelah namanya terseret dalam laporan hukum dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).
Di tengah ramainya opini publik dan spekulasi liar yang membanjiri lini masa media sosial, pengakuan baru dari seorang saksi kunci yang bertugas sebagai server di tempat kejadian perkara, akhirnya membuka tabir berbeda di balik insiden yang memicu laporan kepolisian tersebut.
Kasus ini mulanya mencuat dari perbincangan viral di dunia maya lewat sebuah utas yang menarasikan adanya kerusuhan, penganiayaan, hingga dugaan pelecehan seksual di dalam ruang hiburan malam yang menyeret figur anak artis.
Pihak Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto lantas mengonfirmasi, bahwa laporan mengenai dugaan TPKS terhadap Betrand Peto atau BP benar telah diterima dan teregister di SPKT untuk ditindaklanjuti.
- Instagram @betrandpetoputraonsu
Berdasarkan kronologi yang diungkapkan oleh server klub dalam rekaman wawancara di kanal YouTube Has Channel, malam itu situasi dibuka dengan kedatangan tiga pengunjung perempuan yang masuk ke room privat untuk bernyanyi dan bersulang santai.
Lantaran kesibukan melayani tamu lain di area lounge, petugas sempat meninggalkan ruangan sebentar.
Ketika kembali masuk ke room, salah satu tamu perempuan didapati menangis diam-diam tanpa mau mengungkap pemicunya.
"Dia (tamu perempuan) tetap nangis, cuman habis itu temannya kayak enggak terima kalau temannya nangis," ujar seorang server perempuan, dikutip dari YouTube Has Channel, Senin (14/9/2026).
"Kita tanya ke yang yang nangis ini, kita tanya dia enggak mau ngomong, enggak mau cerita kenapa nangis. Kalau emang dia cerita kenapa nangisnya ya kita bisa bantu."
"Cuma karena dianya cuma diam, enggak ngomong apa-apa, jadi kita enggak tahu kenapa dia nangisnya karena apa," jelas server tersebut.
Situasi mulai memanas ketika rekan dari perempuan tersebut datang dengan nada tinggi dan meluapkan protes keras terhadap pihak di dalam.
Ketegangan ini memicu gesekan fisik refraktif berupa aksi saling jambak sesama perempuan karena upaya bela diri, sebelum akhirnya petugas pengelola menengahi dan mengeluarkan pihak yang berteriak ke luar ruangan.