- Instagram/fromthisisland
Maudy Ayunda 'Dirujak' karena Dianggap Tone Deaf, Warganet Serukan Boikot Brand Kecantikan Miliknya
tvOnenews.com - Nama Maudy Ayunda kembali menjadi sorotan di media sosial.
Kali ini, aktris sekaligus penyanyi tersebut menuai kritik setelah membagikan konten yang membahas mindfulness atau kesadaran diri dalam menghadapi derasnya informasi mengenai berbagai kabar buruk.
Konten tersebut justru memicu perdebatan di kalangan warganet.
Sejumlah pengguna media sosial menilai pembahasan yang disampaikan Maudy kurang sesuai dengan situasi yang sedang dirasakan sebagian masyarakat Indonesia.
Maudy bahkan disebut tone deaf atau dianggap kurang peka terhadap kondisi sosial yang tengah terjadi.
Tak sedikit pula yang melontarkan komentar bahwa bintang film Para Perasuk tersebut dinilai "tak napak tanah".
Sebenarnya, anggapan tersebut bukan kali pertama diarahkan kepada Maudy Ayunda.
Sebelumnya, warganet juga sempat mempertanyakan sikap Maudy terkait sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik.
Mulai dari bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada akhir 2025, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, hingga berbagai persoalan terkait pemerintahan, ekonomi, dan kenaikan harga, sebagian warganet merasa Maudy tidak banyak menyuarakan keresahan tersebut.
Padahal, menurut sebagian warganet, Maudy memiliki popularitas, koneksi, serta platform yang cukup besar untuk ikut menyampaikan suara masyarakat.
- Instagram/maudyayunda
Konten Mindfulness Maudy Ayunda Kembali Disorot
Sebutannya sebagai sosok yang dianggap tone deaf kembali ramai setelah video Maudy Ayunda mengenai mindfulness in the age of bad news menjadi perbincangan di media sosial.
Video tersebut diunggah melalui kanal YouTube Maudy Ayunda pada 21 Agustus 2026.
Dalam konten itu, Maudy membahas kondisi emosional seseorang ketika terus-menerus menerima informasi mengenai berbagai kejadian negatif.
Maudy turut mengungkapkan bahwa dirinya juga merasakan beban psikologis akibat derasnya kabar buruk yang datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Pembahasan tersebut kemudian kembali menjadi sorotan setelah potongan maupun isi pernyataannya dibagikan dan diperbincangkan oleh pengguna media sosial.
Sebagian warganet menganggap pembahasan mengenai mindfulness tersebut kurang tepat jika disampaikan di tengah berbagai persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.
Kritik pun bermunculan di sejumlah unggahan media sosial Maudy Ayunda.
Ada yang mempertanyakan sudut pandangnya, sementara lainnya kembali mengaitkan konten tersebut dengan anggapan bahwa Maudy selama ini kurang menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial di Indonesia.
- Instagram/maudyayunda
Brand Kecantikan Maudy Ayunda Ikut Terseret
Perdebatan tersebut tidak hanya menyasar Maudy Ayunda secara pribadi. Brand kecantikan yang dikaitkan dengan Maudy juga ikut terkena imbas dari ramainya kritik di media sosial.
Sejumlah warganet bahkan menyerukan aksi boikot terhadap brand tersebut sebagai bentuk kekecewaan mereka.
Salah satu komentar yang beredar di platform X menyinggung akun Instagram From This Island dan mengaitkannya dengan kontroversi yang sedang dialami Maudy.
"Terpantau admin from this Island lagi sibuk hapusin hate komen, meanwhile ownernya tone deaf akutt shame on you, Maudy Ayunda! Otw bangkrut nih soalnya kena boikot," tulis salah satu pengguna X.
Komentar tersebut menjadi salah satu bentuk reaksi warganet yang beredar di tengah ramainya pembahasan mengenai Maudy Ayunda.
Meski demikian, seruan boikot tersebut merupakan respons dari sebagian pengguna media sosial dan belum bisa diartikan sebagai bukti bahwa brand tersebut benar-benar mengalami kebangkrutan atau dampak bisnis tertentu.
Perdebatan mengenai Maudy Ayunda pun masih ramai diperbincangkan.
Di satu sisi, ada warganet yang mengkritik cara Maudy menyampaikan pandangannya.
Di sisi lain, pembahasan mengenai kesehatan emosional dan kemampuan seseorang untuk menjaga diri dari paparan berita buruk juga menjadi bagian dari konteks yang perlu dilihat secara utuh.
Kontroversi ini kembali menunjukkan bagaimana unggahan figur publik dapat memicu respons beragam ketika bersinggungan dengan isu sosial yang sedang menjadi perhatian masyarakat. (gwn)