- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bukan Cuma TV, Ini Teknologi Rumah Tangga yang Bikin Hidup Paksu dan Bunda Lebih Praktis
Kulkas, pendingin ruangan, mesin cuci, televisi, dan berbagai perangkat elektronik lainnya memiliki pola penggunaan energi yang berbeda. Paksu dan bunda dapat membandingkan informasi konsumsi listrik, tingkat efisiensi, serta mode hemat energi sebelum menentukan pilihan.
Perkembangan teknologi juga mulai mempertemukan perangkat rumah tangga dengan sumber energi alternatif. Misalnya, konsep pendingin ruangan yang terintegrasi dengan sistem fotovoltaik dan penyimpanan energi.
Sistem tersebut dirancang agar energi matahari dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendinginan pada siang hari.
Konsep semacam ini menunjukkan bahwa pembahasan perangkat rumah tangga ke depan tidak hanya berkaitan dengan fungsi, tetapi juga bagaimana energi digunakan secara lebih efisien.
Bagi keluarga, prinsipnya tetap sederhana: semakin sering sebuah perangkat digunakan, semakin penting melihat efisiensi energinya. Harga pembelian bukan satu-satunya biaya yang perlu diperhitungkan karena penggunaan listrik dalam jangka panjang juga berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.
3. AI Mulai Masuk ke Pekerjaan Rumah Sehari-hari
Perkembangan berikutnya adalah masuknya kecerdasan buatan ke berbagai perangkat yang sebelumnya bekerja secara konvensional.
AI kini mulai digunakan untuk membantu pengelolaan jaringan rumah, memberikan rekomendasi berdasarkan kebiasaan pengguna, hingga menjalankan interaksi dengan perangkat melalui bahasa yang lebih natural.
Bagi paksu dan bunda, perkembangan ini dapat dilihat dari sudut yang lebih praktis. Teknologi baru seharusnya membantu mengurangi pekerjaan berulang, bukan justru membuat pengguna semakin bingung dengan pengoperasiannya.
Konsep tersebut juga terlihat pada sejumlah perangkat yang dipamerkan TCL Industrial di IFA 2026. Selain televisi dan perangkat display, perusahaan tersebut memperkenalkan berbagai teknologi yang mencakup peralatan rumah tangga, perangkat konektivitas, kacamata berbasis AI, hingga robot AI.
“Melalui portofolio yang mencakup TV, soundbar, monitor, smartphone, hingga perangkat near-eye display seperti kacamata RayNeo, kami terus memperluas pengembangan teknologi visual dan audiovisual,” kata CEO TCL Indonesia, Evan Tang.
Salah satu yang diperkenalkan adalah AiMe, perangkat pendamping berbasis AI yang menggunakan interaksi multimodal dan kontrol gerak. Ada pula 5G AI CPE X5 yang membawa kemampuan pengelolaan jaringan berbasis AI, termasuk optimasi koneksi dan diagnosis jaringan.