- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Bukan Cuma TV, Ini Teknologi Rumah Tangga yang Bikin Hidup Paksu dan Bunda Lebih Praktis
tvOnenews.com - Rumah bukan lagi sekadar tempat untuk beristirahat setelah seharian bekerja. Bagi paksu dan bunda, rumah juga menjadi ruang untuk mengatur banyak hal sekaligus, mulai dari menyiapkan makanan, mencuci pakaian, menjaga bahan makanan tetap segar, hingga memastikan penggunaan listrik tetap terkendali.
Perubahan teknologi membuat pekerjaan tersebut perlahan ikut berubah. Perangkat rumah tangga sekarang tidak hanya menawarkan fungsi dasar, tetapi mulai dilengkapi sistem otomatis, konektivitas, sensor, hingga kecerdasan buatan atau AI. Tujuannya bukan sekadar membuat perangkat terlihat canggih, melainkan membantu pekerjaan sehari-hari menjadi lebih praktis.
Namun, semakin banyak pilihan teknologi juga membuat konsumen perlu lebih teliti. Perangkat dengan fitur paling banyak belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai untuk setiap rumah.
Paksu dan bunda perlu melihat kebutuhan, kebiasaan penggunaan, konsumsi energi, serta manfaat fitur sebelum membeli perangkat elektronik baru.
1. Mulai dari Kebutuhan, Bukan Sekadar Fitur Canggih
Salah satu kesalahan yang cukup mudah terjadi ketika membeli perangkat rumah tangga adalah terpaku pada jumlah fitur. Padahal, fitur yang tidak pernah digunakan justru tidak memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, langkah pertama adalah menentukan kebutuhan. Untuk keluarga yang sering memasak dan menyimpan bahan makanan dalam jumlah banyak, misalnya, kapasitas serta sistem penyimpanan kulkas menjadi pertimbangan penting.
Begitu pula dengan mesin cuci. Selain kapasitas, paksu dan bunda bisa memperhatikan program pencucian, kemampuan mengeringkan pakaian, serta waktu yang dibutuhkan dalam satu siklus.
Perangkat dengan kemampuan pengeringan cepat juga dapat menjadi pertimbangan bagi keluarga yang memiliki aktivitas padat. Teknologi seperti sistem pengeringan cepat pada perangkat laundry dikembangkan untuk memangkas waktu pekerjaan rumah.
Prinsip sederhananya, jangan membeli fitur hanya karena terlihat menarik. Tanyakan terlebih dahulu: apakah fitur tersebut benar-benar akan digunakan dalam rutinitas sehari-hari?
2. Perhatikan Konsumsi Energi dan Efisiensi
Perangkat rumah tangga digunakan berulang kali, bahkan beberapa di antaranya bekerja selama 24 jam. Karena itu, konsumsi energi sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli.
Kulkas, pendingin ruangan, mesin cuci, televisi, dan berbagai perangkat elektronik lainnya memiliki pola penggunaan energi yang berbeda. Paksu dan bunda dapat membandingkan informasi konsumsi listrik, tingkat efisiensi, serta mode hemat energi sebelum menentukan pilihan.
Perkembangan teknologi juga mulai mempertemukan perangkat rumah tangga dengan sumber energi alternatif. Misalnya, konsep pendingin ruangan yang terintegrasi dengan sistem fotovoltaik dan penyimpanan energi.
Sistem tersebut dirancang agar energi matahari dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendinginan pada siang hari.
Konsep semacam ini menunjukkan bahwa pembahasan perangkat rumah tangga ke depan tidak hanya berkaitan dengan fungsi, tetapi juga bagaimana energi digunakan secara lebih efisien.
Bagi keluarga, prinsipnya tetap sederhana: semakin sering sebuah perangkat digunakan, semakin penting melihat efisiensi energinya. Harga pembelian bukan satu-satunya biaya yang perlu diperhitungkan karena penggunaan listrik dalam jangka panjang juga berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.
3. AI Mulai Masuk ke Pekerjaan Rumah Sehari-hari
Perkembangan berikutnya adalah masuknya kecerdasan buatan ke berbagai perangkat yang sebelumnya bekerja secara konvensional.
AI kini mulai digunakan untuk membantu pengelolaan jaringan rumah, memberikan rekomendasi berdasarkan kebiasaan pengguna, hingga menjalankan interaksi dengan perangkat melalui bahasa yang lebih natural.
Bagi paksu dan bunda, perkembangan ini dapat dilihat dari sudut yang lebih praktis. Teknologi baru seharusnya membantu mengurangi pekerjaan berulang, bukan justru membuat pengguna semakin bingung dengan pengoperasiannya.
Konsep tersebut juga terlihat pada sejumlah perangkat yang dipamerkan TCL Industrial di IFA 2026. Selain televisi dan perangkat display, perusahaan tersebut memperkenalkan berbagai teknologi yang mencakup peralatan rumah tangga, perangkat konektivitas, kacamata berbasis AI, hingga robot AI.
“Melalui portofolio yang mencakup TV, soundbar, monitor, smartphone, hingga perangkat near-eye display seperti kacamata RayNeo, kami terus memperluas pengembangan teknologi visual dan audiovisual,” kata CEO TCL Indonesia, Evan Tang.
Salah satu yang diperkenalkan adalah AiMe, perangkat pendamping berbasis AI yang menggunakan interaksi multimodal dan kontrol gerak. Ada pula 5G AI CPE X5 yang membawa kemampuan pengelolaan jaringan berbasis AI, termasuk optimasi koneksi dan diagnosis jaringan.
Di sektor perangkat rumah tangga, brand tersebut juga memperkenalkan kulkas TwinMag Prime Fresh yang menggunakan teknologi pengawetan berbasis dual-magnetic serta Heat Pump Super Drum yang mengandalkan teknologi pengeringan cepat.
Berbagai inovasi tersebut mendapat sejumlah penghargaan di IFA 2026, termasuk penghargaan untuk teknologi audio, display, perangkat rumah tangga, AI, hingga konektivitas. Pada akhirnya, perkembangan ini memperlihatkan perubahan yang lebih luas dalam industri elektronik.
Pengakuan tersebut mencakup Gold Award dalam Global Product Technology Innovation Awards yang diselenggarakan bersama International Data Group (IDG), IFA, dan Kamar Dagang dan Industri Jerman (DIHK), serta penghargaan IFA Innovation Awards dari IFA.
Sejumlah produk TCL Industrial juga mendapat apresiasi dari media teknologi internasional seperti Tom's Guide, TechRadar, What Hi-Fi?, dan Android Authority. Berbagai pengakuan tersebut menjadi validasi atas konsistensi dalam mengembangkan teknologi di berbagai kategori produk dan menghadirkan pengalaman yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen.
Perangkat rumah tangga tidak lagi berdiri sendiri sebagai mesin dengan satu fungsi, tetapi mulai terhubung dengan sistem energi, jaringan internet, otomatisasi, dan AI.
“Kami akan terus membawa semangat Dare to Be Extraordinary melalui inovasi berkelanjutan dan pengembangan teknologi yang lebih cerdas, nyaman, terhubung, serta mampu menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen di berbagai belahan dunia,” ujar Evan Tang.
Bagi paksu dan bunda, hal terpenting bukan mengejar perangkat yang paling mahal atau paling banyak fiturnya. Yang lebih penting adalah memilih teknologi berdasarkan kebutuhan rumah, seberapa sering perangkat digunakan, efisiensi energi, kemudahan pengoperasian, serta manfaatnya dalam jangka panjang.
Dari sinilah inti perkembangan teknologi perangkat rumah tangga di ajang tersebut menjadi menarik. Panggung teknologi tersebut tidak hanya memperlihatkan perkembangan televisi, tetapi juga menunjukkan bagaimana perangkat rumah tangga mulai bergerak ke arah yang lebih terhubung, hemat energi, otomatis, dan berbasis AI. (udn)