- Antara
Serius Tekan Angka Pengangguran, Gubernur KDM Heran dari 9.100 Perusahaan di Bekasi Cuma 15 yang Buka Loker
Bekasi, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti proses rekrutmen dan lowongan kerja (loker) ribuan perusahaan di wilayah Kabupaten Bekasi. Hal ini tak lepas pertumbuhan industri dinilai semakin pesat.
KDM memberikan penilaian pertumbuhan tersebut justru wajib diiringi perusahaan harus terbuka dalam urusan akses kerja. Berdasarkan data BPS Jawa Barat pada 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bekasi mencapai 8,78 persen atau sekitar 145.620 orang.
KDM berpendapat angka tersebut telah masuk kategori tertinggi di antara kabupaten/kota di Jawa Barat. Dari data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, setidaknya ada 9.100 perusahaan skala menengah dan besar di wilayah Kabupaten Bekasi.
Ia menyayangkan informasi rekrutmen ribuan perusahaan masih tertutup dan hanya 15 perusahaan terbuka untuk menginformasikan loker. Situasi ini membuat masyarakat setempat kesulitan mendapatkan pekerjaan.
"Investasi dalam setiap tahun selalu mengalir deras, kondisi industri bertumbuh dengan cepat, kawasan industri berkembang dengan besar, tetapi rekrutmen terhadap tenaga kerja warga Jawa Barat justru relatif belum sesuai dengan harapan," ujar KDM dalam keterangan tertulisnya dikutip, Jumat (18/9/2026).
KDM Soroti Loker Perusahaan yang Tertutup
- Cepi Kurnia/tvOne
Lebih lanjut, pria bernama Dedi Mulyadi itu mempertanyakan masih banyak perusahaan yang tidak memberikan informasi lowongan secara terbuka. Ia memahami hal tersebut tak dihitung untuk keseluruhan.
Informasi loker yang tertutup, kata dia, langkah ribuan perusahaan tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi justru hanya membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Ia menambahkan, informasi yang tidak dipublikasikan menyebabkan angka pengangguran terus meningkat. Pasalnya, keterbukaan sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
"Banyak sekali rekrutmen itu dilakukan secara tidak terbuka. Akses warga untuk memperoleh informasi kerja itu tiidak bisa didapatkan," terangnya.
Dedi Mulyadi Soroti Maraknya Calo Rekrutmen Pekerjaan
Mantan Bupati Purwakarta ini tidak hanya membahas tentang keterbukaan informasi loker. Dedi Mulyadi juga menyoroti maraknya praktik orang-orang yang memposisikan sebagai calo dalam menerima tenaga kerja.
Mantan anggota DPR RI ini kerap menerima laporan dan keluhan dari para pencari kerja (pencaker). Kata dia, calon pekerja mau tak mau harus merogoh kocek uang mereka berjumlah jutaan rupiah.