news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota DPD RI Arya Wedakarna dan Ria Ricis.
Sumber :
  • Instagram/aryawedakarna - YouTube/Ricis Official

Ria Ricis Batal Naik Helikopter karena 'Dijudesin' Pegawai, Anggota DPD RI Arya Wedakarna Pastikan Tak Ada Diskriminasi Wisatawan

Ria Ricis batal naik helikopter karena 'dijudesin' pegawai, anggota DPD asal Bali, Arya Wedakarna, pastika tak ada diskriminasi wisatawan lokal maupun asing.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pariwisata Bali kembali menjadi perhatian setelah pengalaman Ria Ricis saat hendak naik helikopter menjadi perbincangan di media sosial. 

Ria Ricis mengaku memilih membatalkan penerbangan karena merasa kurang nyaman dengan sikap pegawai Fly Bali Helicopter yang dinilainya kurang ramah.

Pengalaman tersebut dibagikan Ricis melalui video di kanal YouTube-nya yang diberi judul "DETIK-DETIK KECEWA SAMA PELAYANAN DI BALI…".

Ia mengaku sudah datang sesuai waktu yang disepakati dan telah menyelesaikan pembayaran. 

Artis yang memiliki nama asli Ria Yunita tersebut juga menyoroti sikap petugas yang menurut pengamatannya berbeda ketika melayani wisatawan lokal dan turis asing.

YouTuber Ria Ricis
Sumber :
  • YouTube/Ricis Official

Ria Ricis Batal Naik Helikopter

Dalam video tersebut, Ria Ricis awalnya berencana mengajak putrinya, Moana, menikmati pemandangan Bali dari udara. 

Namun, rencana itu berubah setelah Ricis merasa tidak nyaman dengan pelayanan yang diterimanya.

Ricis kemudian memutuskan meninggalkan area heliport. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena merasa sudah membayar layanan, tetapi mendapatkan perlakuan yang menurutnya kurang ramah.

Ricis juga menyinggung perbedaan sikap petugas ketika melayani wisatawan asing.

"Judes banget. Aku nggak suka. Kalau sama bule senyum, sama kita judes," ujar Ricis dalam video yang dibagikan di kanal YouTube-nya.

Fly Bali Sampaikan Permintaan Maaf

Manajemen Fly Bali Helicopter kemudian memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada Ricis.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa kondisi heliport saat itu sedang ramai. 

Selain itu, hanya ada satu pilot yang bertugas karena pilot lainnya sedang membantu penanganan kebakaran hutan di Kalimantan.

Situasi tersebut membuat jadwal penerbangan mengalami penundaan. Ketika itu, pilot yang bertugas juga sedang menunaikan salat Zuhur.

Staf kemudian perlu menjelaskan mengenai keterlambatan penerbangan, pengarahan keselamatan, serta jadwal sesi foto. 

Manajemen mengakui cara penyampaian informasi tersebut mungkin kurang baik sehingga membuat Ricis merasa tidak nyaman dan memilih meninggalkan lokasi.

Manajemen Fly Bali juga menegaskan bahwa tidak ada kebijakan yang membedakan pelayanan bagi wisatawan lokal dan wisatawan asing.

"Fly Bali tidak memiliki niat ataupun kebijakan untuk membedakan pelayanan bagi wisatawan lokal dan wisatawan asing," demikian penjelasan manajemen.

Tanggapan Arya Wedakarna

Anggota DPD RI Arya Wedakarna dan Ria Ricis
Sumber :
  • Instagram/aryawedakarna - YouTube/Ricis Official

Persoalan pelayanan wisatawan di Bali tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Arya Wedakarna. 

Anggota DPD RI asal Bali itu menyampaikan pandangannya melalui media sosial.

Arya menegaskan bahwa Bali tidak boleh membedakan wisatawan berdasarkan asalnya. 

Ia memastikan wisatawan domestik maupun asing berhak mendapatkan pelayanan yang sama.

"Saya memastikan tidak ada diskriminasi baik untuk orang wisatawan domestik maupun juga wisatawan asing itu tidak boleh," ujar Arya.

Menurut Arya, sikap ramah dari pekerja pariwisata memang penting. Namun, ia juga mengingatkan bahwa petugas merupakan manusia yang bisa berada dalam kondisi dan suasana hati tertentu.

"Namanya karyawan, staff itu di dunia pariwisata, dia itu kan ada waktu-waktunya juga ya, mungkin ada suatu mood tertentu. Mereka kan manusia, bukan robot, bukan AI," katanya.

Arya juga meminta wisatawan yang merasa mendapatkan pelayanan kurang baik untuk menyampaikan keluhan melalui cara yang tepat. 

Menurutnya, persoalan tersebut tidak selalu harus langsung dibawa ke media sosial.

"Kalau misalkan keberatan, komplain atas karakter dari karyawan dan sifat dari staff, ya tegur langsung di tempat atau mungkin isi formulir atau kirim DM saja, kasih masukan," tutur Arya.

Ia mengatakan keluhan wisatawan tetap merupakan hal yang wajar. 

Namun, menurut Arya, unggahan di media sosial juga perlu dipertimbangkan karena dapat berdampak terhadap pekerjaan karyawan yang bersangkutan.

"Jangan sedikit-sedikit unggah ke media sosial. Pertama, jangan kita menutup rezeki orang lain. Yang nomor dua, si karyawan itu bisa mendapatkan masalah di perusahaan," ucapnya.

Meski demikian, Arya menegaskan dirinya tidak membenarkan jika ada pekerja pariwisata yang memberikan pelayanan tidak ramah.

"Saya tidak membenarkan yang namanya seseorang itu berlaku tidak ramah. Tetapi bagaimanapun juga ada caranya," kata Arya.

Di akhir pernyataannya, Arya kembali menegaskan bahwa Bali merupakan destinasi wisata yang terbuka bagi semua kalangan. 

Ia meminta wisatawan yang datang ke Pulau Dewata tidak merasa dibeda-bedakan berdasarkan asal negara maupun daerah.

"Bali adalah tempat yang ramah. Bali adalah tempat yang tidak membeda-bedakan para wisata domestik atau wisatawan asing," tegasnya.

(gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral