- Threads/@badutskinepic
Mediasi Panitia Maulid Nabi dengan Warga yang Terganggu Suara Petasan: Allah Maha Pemaaf
tvOnenews.com — Mediasi telah digelar oleh Kelurahan Pondok Pinang buntut dari perselisihan panitia maulid nabi dengan warga yang terganggu suara petasan.
Dalam video yang beredar di Threads, salah seorang pemuka agama perwakilan dari panitia maulid nabi meminta agar kedua pihak saling tabayun sesuai ajaran Rasulullah SAW.
Sebuah acara Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Jumat (3/10) berubah menjadi ajang perselisihan dari ibu-ibu di lingkungan sekitar.
Bagaimana tidak, acara maulid nabi yang diketahui baru selesai pada dini hari tersebut justru berakhir dengan menyalakan kembang api dengan suara menggelegar.
Tak pelak, kaum ibu yang tinggal di lingkungan sekitar merasa terganggu. Apalagi, salah satu dari warga punya anak berkebutuhan khusus. Secara terpisah, mereka pun mendatangi lokasi maulid nabi tersebut.
Niat menegur secara baik-baik, ketiga ibu yang datang terpisah justru mendapat sambutan negatif. Tindakan fisik pun terjadi dan terekam dalam beberapa potongan video di Threads.
- Threads/@puturmdn
“Sumpah ya, semalam tuh sungguh malam paling gila n horor buat gue sekeluarga. Bayangin, jam 23.30 di Pondok Pinang sampai hampir tengah malam, ada warga yang ngadain acara Mauludan tapi closing pake petasan n kembang api nonstop super duper beriziik di tengah komplek perumahan padat penduduk. Dipikir lagi festival di JIExpo apa ya, Pesta Pora? Synchronized Fest? Gengges abis! Si bontot yg kebutuhan khusus ampe kebangun ketakutan hebat, ngeri dia jadi kejang trus harus masuk UGD.. OH NOOO,“ tulis @amandaandono di Threads.
“Pas gue datengin ke lokasi nyari panitianya, mereka malah plangak-plongok doang sok nggak ada apa-apa. Eh malah ada bapak-bapak panitia yang nggak suka dan mulai dorong-dorong gue, teriak ke muka "gue warga sini!!". Laaah dia pikir gue bukan warga sini juga apaaah...,“ lanjutnya.
Bahkan dalam potongan video yang beredar, terlihat seseorang hendak melayangkan pukulan ke arah ibu ini sebelum ditahan orang-orang sekitarnya.
Tindak main fisik berlanjut saat korban terdorong hingga masuk ke selokan kering. Bekas luka, tali bra putus hingga kacamatanya pun rusak.
“Malah makin brutal, baju gue ditarik-tarik sampe beha gue putus, segitu kuatnya, Dan dari naga-naganya udah pastinya mau ngegampar. Ya ampuun. Sama perempuan!!! Dan akhirnya gue didorong sampe jatuh ke selokan (untung kering). Kacamata gue juga jatuh trus diinjak entah sama siapa. Nggak sempet ngambil lagi juga, udah chaos sama bapak yang emosi (gue juga emosi, siiik). Beberapa panitia berusaha misahin, tapi tetep aja ada yang emosik ke gue. Pipi gue ada bekas cakaran tipis,“ ceritanya.
Mediasi di Kelurahan Pondok Pinang
- Threads/@badutskinepic
Lurah Pondok Pinang langsung berinisiatif untuk melakukan mediasi pada Minggu siang, 4 Oktober 2026. Baik dari pihak korban maupun panitia maulid nabi dihadirkan.
Dalam video yang diposting akun Threads @badutskinepic sebagai salah satu dari korban kekerasan fisik, ia datang bersama penyintas lainnya.
“Sedikit cuplikan mediasi plus siraman rohani dari pihak panitia yg gue,Bu amanda , dan kak Sandra terima,“ kata @badutskinepic.
Pada kesempatan itu, salah seorang perwakilan panitia maulid nabi yang terlhat seperti pemuka agama setempat memberikan sebuah pernyataan.
Pria dengan kopiah serta baju muslim berwarna hijau itu mengutip sebuah ayat Al-Qur'an dengan bunyi wal'āfīna 'anin-nās yang artinya “Dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain“.
Maksud dari pemuka agama tersebut adalah agar para korban bisa memaafkan pelaku yang diduga merupakan panitia maulid nabi di Pondok Pinang sesuai anjuran Rasulullah SAW.
“Yang pada hakikatnya, Allah hanya memaafkan hambanya dan wafuanhu wa afina aninnas, karena selama ini mereka sudah meminta maaf,“ ucapnya.
“Kita tabayun, itu memang yang disarankan oleh agama, oleh Rasulullah, Rasulullah memaafkan orang yang punya kesalahan kepadanya,“ sambung penuka agama itu.
Proses mediasi berlanjut dengan kesaksian dari salah seorang korban. Dengan suara bergetar, ia menunjuk beberapa pelaku yang datang ke Kelurahan Pondok Pinang.
“Engga tua, engga muda, kakek-kakek, salah satunya bapak ini,“ tegas salah satu korban menunjuk terduga pelaku yang duduk di depannya.
“Saya juga Muslim bu, saya Muslim juga kok, saya tahu kok saya juga gak ngelarang sama kayak ibu tadi,“ jelasnya.