news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kesaksian Ibu Korban Sebelum Bocah SD Pemalang Meninggal Bukan Pola Makan, seperti Ada Pukulan di Perut.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo

Kesaksian Ibu Korban Sebelum Bocah SD Pemalang Meninggal: Bukan Pola Makan, seperti Ada Pukulan di Perut

Sambil menahan tangis, Ibu bocah SD di Pemalang mengenang perubahan kondisi anaknya sebelum meninggal. Dokter disebut menemukan tanda seperti pukulan
Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:11 WIB
Reporter:
Editor :

Dokter Disebut Menemukan Tanda seperti Pukulan

Kondisi korban kemudian semakin memburuk pada malam hari. Diah mengatakan anaknya mengeluhkan rasa sakit yang sangat kuat.

Karena sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit yang diketahui keluarga, orangtua sempat menduga sakit tersebut berkaitan dengan makanan atau jajanan. Namun, dugaan itu berubah setelah korban diperiksakan ke dokter.

Dalam kesaksiannya, Diah mengatakan dokter yang menangani korban menyampaikan bahwa kondisi tersebut tidak menunjukkan persoalan pola makan.

“Pak dokter bilang bu ini bukan pola makan, ini anak sehat gak ada riwayat apa-apa. Ya ini perutnya itu kaya ada semacam pukulan,” ujar Diah.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi titik penting bagi keluarga untuk mengetahui apa yang mungkin terjadi pada anaknya.

Dokter disebut menanyakan langsung kepada korban mengenai rasa sakit di bagian perut. Dalam pemeriksaan itu, menurut Diah, anaknya akhirnya menceritakan dugaan kekerasan yang dialaminya.

“Terus dokter tanyain A perutnya kenapa? Terus A baru bilang, iya sakit dipukul sama kakak kelas. Tiga anak. Itu baru terbuka di situ,” kata Diah.

Keluarga kemudian menyebut dugaan kekerasan tersebut melibatkan tiga siswa yang merupakan kakak kelas korban. Dua di antaranya disebut berasal dari kelas 5, sementara satu lainnya dari kelas 6.

Sembilan Hari Dirawat, Kondisi Kembali Memburuk

Setelah menjalani pemeriksaan, korban kemudian mendapatkan perawatan di RSUD Dr Azhari, Pemalang. Ia disebut menjalani perawatan selama sembilan hari.

Selama berada di rumah sakit, keluarga menyebut hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya peradangan. Korban kemudian mendapatkan perawatan secara intensif hingga kondisinya sempat membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah.

Namun, beberapa waktu kemudian kondisi korban kembali menurun.

Pada 30 September 2026, A kembali mengalami kondisi yang memburuk. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Kematian tersebut membuat keluarga meminta agar dugaan kekerasan yang dialami korban dapat diusut secara menyeluruh. Mereka berharap aparat dapat mengungkap rangkaian kejadian yang terjadi sebelum korban jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini juga menambah perhatian terhadap persoalan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah. Namun, dugaan mengenai pelaku maupun hubungan antara kejadian di sekolah dengan kondisi medis korban tetap perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan pihak berwenang.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral