- Instagram @beritapekalongan1
Pelaku Kasus Perundungan Siswa SD di Pemalang Awalnya Tidak Mengaku, Berdalih Hanya Menolong Korban
tvOnenews.com - Kasus meninggalnya Aqib (7), siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, terus menjadi perhatian publik. Ratusan warga dan orang tua siswa bahkan mendatangi sekolah untuk menuntut keadilan setelah Aqib diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan yang dilakukan kakak kelasnya.
Kedatangan warga ke sekolah sempat diwarnai aksi saling dorong. Warga berusaha masuk untuk meminta pertanggungjawaban pihak sekolah, sementara petugas keamanan berupaya mengendalikan situasi.
Aqib meninggal dunia pada Rabu (30/9) sore ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD dr. M. Azhari karena diduga mengalami kekerasan dari kakak kelasnya.
- Instagram @beritapekalongan1
Hingga kini, Satreskrim Polres Pemalang masih melakukan penyelidikan terkait kasus meninggalnya Aqib.
Di tengah proses penyelidikan tersebut, ibu Aqib, Diah Indriyanti, bersama kuasa hukumnya, Siti Nurjanah, S.H., mengungkap kronologi dugaan perundungan yang dialami putranya di sekolah hingga akhirnya meninggal dunia.
Menurut Diah, terduga pelaku pada awalnya tidak mengakui telah melakukan kekerasan terhadap Aqib. Mereka justru menyebut Aqib terjatuh sendiri ketika dipanggil oleh kepala sekolah ke ruangannya.
Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Aqib sempat diperlihatkan foto dua siswa yang diduga melakukan pemukulan terhadap dirinya. Keduanya diketahui merupakan siswa kelas 5.
"Saat itu Almarhum walaupun udah agak mending, nunjukin foto dua anak itu, yang satu pakai kacamata, satunya nggak," ucap Diah dilansir dari kanal YouTube Denny Sumargo.
Kedua siswa tersebut kemudian dipanggil ke ruang kepala sekolah untuk dimintai keterangan. Namun, menurut Diah, keduanya saat itu belum mengakui perbuatannya.
"Kepsek memanggil kedua anak itu, katanya,'Aqib jatuh sendiri, saya nolongin," ucap sang ibu.
Diah mengaku tidak percaya dengan keterangan tersebut. Ia meyakini putranya bukan anak yang suka berbohong sehingga meminta pihak sekolah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Nggak mungkin, Aqib itu anaknya bukan pembohong, saya tahu, saya sebagai orangtua, coba diinterogasi lah," ucap sang ibu tak percaya dengan omongan dari terduga pelaku.
Beberapa hari kemudian, menurut Diah, kedua siswa tersebut akhirnya mengakui bahwa mereka memang melakukan pemukulan terhadap Aqib.