news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Muhammad Hasbi Al Aqib siswa kelas 2 SDN Kebondalem Kabupaten Pemalang yang meninggal karena perundungan.
Sumber :
  • Instagram @beritapekalongan1

Pelaku Kasus Perundungan Siswa SD di Pemalang Awalnya Tidak Mengaku, Berdalih Hanya Menolong Korban

Terduga pelaku dugaan perundungan Aqib (7), siswa SDN 1 Kebondalem Pemalang, sempat menyangkal dan berdalih hanya menolong korban yang disebut jatuh sendiri.
Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:16 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus meninggalnya Aqib (7), siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, terus menjadi perhatian publik. Ratusan warga dan orang tua siswa bahkan mendatangi sekolah untuk menuntut keadilan setelah Aqib diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan yang dilakukan kakak kelasnya.

Kedatangan warga ke sekolah sempat diwarnai aksi saling dorong. Warga berusaha masuk untuk meminta pertanggungjawaban pihak sekolah, sementara petugas keamanan berupaya mengendalikan situasi.

Aqib meninggal dunia pada Rabu (30/9) sore ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD dr. M. Azhari karena diduga mengalami kekerasan dari kakak kelasnya.

Muhammad Hasbi Al Aqib siswa kelas 2 SDN Kebondalem Kabupaten Pemalang yang meninggal karena perundungan
Sumber :
  • Instagram @beritapekalongan1

Hingga kini, Satreskrim Polres Pemalang masih melakukan penyelidikan terkait kasus meninggalnya Aqib.

Di tengah proses penyelidikan tersebut, ibu Aqib, Diah Indriyanti, bersama kuasa hukumnya, Siti Nurjanah, S.H., mengungkap kronologi dugaan perundungan yang dialami putranya di sekolah hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut Diah, terduga pelaku pada awalnya tidak mengakui telah melakukan kekerasan terhadap Aqib. Mereka justru menyebut Aqib terjatuh sendiri ketika dipanggil oleh kepala sekolah ke ruangannya.

Saat menjalani perawatan di rumah sakit, Aqib sempat diperlihatkan foto dua siswa yang diduga melakukan pemukulan terhadap dirinya. Keduanya diketahui merupakan siswa kelas 5.

"Saat itu Almarhum walaupun udah agak mending, nunjukin foto dua anak itu, yang satu pakai kacamata, satunya nggak," ucap Diah dilansir dari kanal YouTube Denny Sumargo.

Kedua siswa tersebut kemudian dipanggil ke ruang kepala sekolah untuk dimintai keterangan. Namun, menurut Diah, keduanya saat itu belum mengakui perbuatannya.

"Kepsek memanggil kedua anak itu, katanya,'Aqib jatuh sendiri, saya nolongin," ucap sang ibu.

Diah mengaku tidak percaya dengan keterangan tersebut. Ia meyakini putranya bukan anak yang suka berbohong sehingga meminta pihak sekolah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Nggak mungkin, Aqib itu anaknya bukan pembohong, saya tahu, saya sebagai orangtua, coba diinterogasi lah," ucap sang ibu tak percaya dengan omongan dari terduga pelaku.

Beberapa hari kemudian, menurut Diah, kedua siswa tersebut akhirnya mengakui bahwa mereka memang melakukan pemukulan terhadap Aqib.

Kesaksian Ibu Korban Sebelum Bocah SD Pemalang Meninggal Bukan Pola Makan, seperti Ada Pukulan di Perut
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo

"Setelah berapa hari itu, memang pelaku mengaku,'saya mukuli Aqib," ucap Diah.

Setelah dua siswa kelas 5 tersebut mengakui perbuatannya, muncul informasi mengenai dugaan adanya satu pelaku lainnya. Sosok tersebut baru diketahui beberapa hari kemudian dan ternyata merupakan siswa kelas 6.

Perbedaan informasi tersebut diketahui karena foto yang sebelumnya diperlihatkan kepada Aqib merupakan dua siswa kelas 5. Sementara itu, berdasarkan keterangan Aqib, terdapat satu terduga pelaku lain yang merupakan siswa kelas 6.

Karena itu, pihak keluarga kemudian meminta kembali kepada kepala sekolah untuk menunjukkan foto siswa kelas 6 yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral