- Tangkapan layar Youtube Denny Sumargo
Kesaksian Ibu Aqib, Siswa SD di Pemalang yang Diduga Jadi Korban Perundungan: Temukan Memar di Perut
tvOnenews.com - Kasus meninggalnya Aqib (7), siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, terus menjadi perhatian publik. Ratusan warga dan orang tua siswa sebelumnya mendatangi sekolah untuk menuntut keadilan bagi Aqib yang diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya.
Aksi tersebut sempat diwarnai saling dorong antara warga yang berusaha masuk ke sekolah untuk meminta pertanggungjawaban dengan pihak keamanan.
Aqib meninggal dunia pada Rabu (30/9) sore ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan selama sembilan hari di RSUD dr. M. Azhari karena diduga mengalami penganiayaan oleh kakak kelasnya.
- Instagram @beritapekalongan1
Satreskrim Polres Pemalang hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kasus meninggalnya Aqib.
Sementara itu, ibu Aqib, Diah Indriyanti, bersama kuasa hukumnya, Siti Nurjanah, S.H., mengungkap kondisi putranya sebelum dugaan perundungan tersebut terjadi.
Menurut Diah, Aqib merupakan anak yang sehat, ceria, dan penurut. Ia juga dikenal memiliki keseharian yang positif, seperti rajin mengaji dan menjalankan salat. Aqib disebut tidak banyak bermain di luar rumah dan lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Pertama-tama sebelum kejadian kayak gini, beliau sehat, ceria, sering bantu orang tua, bahkan dia itu anaknya rajin ngaji, sholat, nggak pernah main kemana-mana cuma main ke rumah si Mbah, main sama anak yang depan rumah si Mbah," ucapnya dilansir dari kanal YouTube Denny Sumargo.
Namun, menurut Diah, terjadi perubahan pada perilaku Aqib setelah kejadian yang diduga menjadi awal mula kondisinya memburuk. Ia menjadi lebih pendiam, sering menghindar, dan terlihat seperti ketakutan.
"Semenjak kejadian itu, memang agak beda dari makan, minum sama raut wajah itu, seperti kayak menghindar dari saya," ucapnya.
Perubahan tersebut juga terlihat dari kondisi fisik Aqib. Nafsu makannya menurun drastis dan tubuhnya terlihat semakin lemas. Hal itu pertama kali disampaikan nenek Aqib kepada Diah.
"Si Mbah bilang ini Aqib agak beda, makannya nggak lahap, terus udah lemas," tuturnya.
Diah kemudian menceritakan bahwa Aqib sempat menyimpan sendiri rasa sakit yang dialaminya. Keluarga baru menyadari adanya masalah setelah melihat memar berwarna biru di bagian perut Aqib.