- Instagram @jenniferhubner
Kini Bahagia Bersama Justin Hubner, Begini Cara Jennifer Coppen Bangkit dari Duka Masa Lalu
Ia kemudian mengungkapkan keinginannya untuk menghabiskan waktu sendirian demi melewati masa berduka.
“Kayak, aku hanya akan diam di rumah, mengunci diri di kamar, dan berduka entah sampai kapan, gitu. Tapi setelah aku pikir, aku punya anak juga. Aku mikir, anak aku masih butuh aku. Masih butuh ibu yang, apa ya, waras, yang enggak gila, gitu,” lanjutnya.
Sang Anak Jadi Alasan Jennifer Coppen Bangkit
Keberadaan sang putri, Kamari Sky Wassink, menjadi salah satu alasan utama Jennifer berusaha kembali menjalani kehidupannya. Ia menyadari bahwa Kamari masih membutuhkan sosok ibu yang mampu mendampinginya.
Jennifer kemudian mencoba mengalihkan rasa kehilangan yang dirasakannya menjadi sesuatu yang lebih positif. Salah satu caranya adalah dengan melakukan aktivitas yang disukainya, yakni memasak dan membuat kue.
“Jadi aku berusaha mengubah rasa sakit, kesedihan, sakit hati, dan kehilangan aku menjadi sesuatu yang positif dan akan ada dampaknya buat anak aku. Dan dari situlah aku mulai membuat kue,” ujar Jennifer.
Meski mulai melakukan aktivitas kembali, Jennifer mengaku proses tersebut tidak membuat rasa sedihnya langsung hilang. Ia masih menangis ketika membuat kue dan teringat dengan kehidupan yang sebelumnya ia jalani bersama keluarga.
“Jadi kayak tiap hari, alih-alih menangis atau alih-alih aku terpuruk di kamar. Walaupun, jangan salah paham, aku nangis tiap hari, ya. Bahkan sambil membuat kue pun aku masih menangis, gitu, memikirkan kayak, ya gimana enggak nangis, ya? Maksudnya, aku baru memulai hidup aku waktu itu bersama suami aku sama anak aku. Kami punya begitu banyak rencana,” ucap Jennifer.
Bisnis Lahir dari Masa Sulit
Jennifer Coppen. (Sumber: Instagram @jenniferhubner)
Jennifer juga mengungkapkan bahwa kepergian sang suami terjadi secara mendadak. Kondisi tersebut membuat proses berduka yang dijalaninya terasa semakin berat.
Namun, Jennifer perlahan menyadari bahwa dirinya tidak bisa terus-menerus berada dalam kondisi tersebut. Ia kemudian memilih melakukan sesuatu yang dapat membuat dirinya tetap produktif sekaligus menjadi kegiatan yang disukainya.