news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi: Gokil, Cuma Baca Buku Dibayar Rp1,6 Juta? Jasa Joki Ini Viral karena Bikin Orang Terlihat Intelek.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Gokil, Cuma Baca Buku Dibayar Rp1,6 Juta? Jasa Joki Ini Viral karena Bikin Orang Terlihat Intelek

Joki baca buku viral di Threads dengan tarif hingga Rp1,6 juta. Layanan ini menyasar orang yang ingin terlihat sebagai bookworm di media sosial.
Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:37 WIB
Reporter:
Editor :

Ada pula yang melihat sisi lain. Penyedia jasa bisa memperoleh uang sekaligus mendapatkan pengetahuan dari buku yang dibacanya. Dari perspektif pekerja jasa, aktivitas tersebut bahkan dapat menjadi bentuk monetisasi kemampuan membaca dan memahami berbagai jenis buku.

Namun, persoalan etika tidak dapat dilepaskan begitu saja.

“Kamu peduli ga kalau yang pake jasa pura-pura dia sendiri yang baca dan jadi bisa ngaku-ngaku ke orang lain? Atau memang marketnya orang-orang ini?” tulis seorang pengguna.

Pertanyaan tersebut menjadi titik penting dalam fenomena ini. Jasa membaca buku sebenarnya tidak otomatis bermasalah apabila tujuannya membantu seseorang memahami materi, membuat rangkuman, melakukan riset, atau memberikan ulasan. 

Masalahnya muncul ketika hasil pekerjaan tersebut digunakan untuk menciptakan kesan bahwa seseorang telah membaca buku secara pribadi, padahal seluruh prosesnya dilakukan orang lain.

Warganet lainnya bahkan mempertanyakan manfaat aktivitas tersebut. Sebab, tujuan utama membaca adalah memperoleh informasi, wawasan, sudut pandang, dan pengalaman dari proses memahami buku secara langsung.

Meski demikian, dari sisi ekonomi, viralnya joki baca buku menunjukkan satu hal penting: selama ada kebutuhan, selalu ada kemungkinan terbentuk pasar baru.

Media sosial membuat personal branding semakin bernilai. Buku yang penuh highlight, sticky note dan bookmark bukan lagi hanya benda untuk dibaca, tetapi juga dapat menjadi properti visual yang membentuk persepsi tentang seseorang.

Karena itu, joki baca buku mungkin terdengar sebagai bisnis yang tidak biasa. Tetapi justru keanehan tersebut memperlihatkan bagaimana ekonomi digital bekerja. Peluang tidak selalu lahir dari kebutuhan yang besar dan umum. 

Terkadang, peluang muncul dari kebutuhan yang sangat spesifik—bahkan dari keinginan seseorang untuk terlihat seperti sudah melakukan sesuatu.

Dan ketika citra tersebut memiliki nilai di media sosial, ada saja orang yang bersedia membayar untuk mendapatkannya. (udn)
 

Berita Terkait

1 2
3
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral