- tvOneNews
Cerita Lengkap Versi Warga Pondok Pinang yang Protes Suara Petasan Maulid Nabi Berujung Ricuh pada Dini Hari
Jakarta, tvOnenews.com - Amanda Andono (50), warga Pondok Pinang yang diduga menjadi korban pengeroyokan, menceritakan awal mula kericuhan yang terjadi setelah dirinya memprotes suara petasan dan kembang api dalam acara Maulid Nabi di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2026).
Amanda mengaku terkejut mendengar suara petasan yang diduga berasal dari acara tersebut pada dini hari. Protes yang awalnya dilatarbelakangi oleh kebisingan itu kemudian berujung pada dugaan insiden pengeroyokan terhadap dirinya.
Ia mengungkapkan bahwa suara petasan yang terdengar bertubi-tubi membuat dirinya terkejut. Bahkan, suara tersebut turut membangunkan anaknya yang berinisial BCK (12).
"Jujur, saya sebagai yang terdampak pastinya dan banyak warga lain di sana. Dini hari seperti itu tiba-tiba ada petasan yang suaranya segitu hebohnya itu sangat mengagetkan," ujar Amanda dalam program Pagi-Pagi Seru tvOne, Kamis (8/10/2026).
Amanda mempertanyakan alasan pesta petasan dan kembang api digelar pada dini hari. Terlebih, menurut penuturannya, petasan dan kembang api tersebut memang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara acara.
Ia mengatakan suara petasan itu tidak hanya mengganggu dirinya dan keluarga, tetapi juga membuat anaknya yang berusia 12 tahun terkejut hingga mengalami ketegangan.
"Itu membuat anak saya yang kebetulan memang kebutuhan khusus dan dia memang dineuro di virgin itu kaget dan langsung tremor, panik, dan langsung nangis," terangnya.
Amanda menambahkan bahwa kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada kondisi saraf anaknya. Ia menyebut BCK berpotensi harus mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau bahkan menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kaget, nangis, teriak itu akan ada bepengaruh pada saraf dia, itu bisa masuk Instalasi Gawat Darurat," katanya.
Ia mengaku pada awalnya hanya merasa terkejut bersama anaknya. Namun, setelah suara petasan terus terdengar hingga sekitar 10 menit, Amanda mengaku emosinya mulai memuncak.
"Saya udah enggak mikir panjang. Kalau kata orang-orang, udah deh sing waras, gue enggak mau," tegasnya.
Amanda kemudian memutuskan untuk mendatangi lokasi acara guna menegur pihak penyelenggara. Ia mengaku berangkat dalam keadaan emosi karena merasa terganggu oleh suara petasan yang terdengar pada dini hari.
"Saya bangkit dari tempat tidur, saya panggil kakaknya, 'Tolong jagain adiknya'. Saya pun langsung lari tanpa berpikir panjang dan pakai daster aja ke sana, itu emosi saya," ucapnya.
Detik-detik Kericuhan Maulid Nabi di Pondok Pinang
Menurut Amanda, ketegangan mulai terjadi ketika dirinya tiba di lokasi acara. Ia mengaku sikap sejumlah panitia yang berada di tempat tersebut justru membuatnya semakin emosi.
"Habis itu tamu VIP-nya akan datang yang diduga adalah sosok Habib acara tersebut. Saya disembur, diludahi, dimuka apa? Dada saya didorong." katanya.
Amanda juga mengaku mengalami tindakan lain saat berada di lokasi acara. Ia menyebut dirinya disiram bunga berwarna merah ketika situasi semakin memanas.
"Peristiwa ini membuat dirinya disiram bunga merah sambil marah-marah," sambungnya.
Lebih lanjut, Amanda mengatakan beberapa orang menunjukkan gestur yang dinilainya sebagai bentuk ancaman. Situasi tersebut semakin memanas setelah sejumlah orang melontarkan perkataan dengan nada tinggi hingga berujung pada dugaan pengeroyokan.
"Maksudnya itu didorong dan langsung disembur, ditarik udah kayak udah mau diserbu kayak dikeroyok. Kalau enggak ditahan oleh bapak-bapak lain yang lebih waras emosinya, mungkin saya sudah habis dan dikeroyok di situ," jelasnya.
Laporkan Peristiwa Maulid Nabi yang Viral
Amanda Andono bersama pihak terkait disebut sempat menjalani mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, upaya itu tidak membuahkan kesepakatan sehingga Amanda memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026).
Laporan Amanda telah terdaftar dengan nomor LP/B/7547/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Keputusan untuk melanjutkan persoalan ke jalur hukum diambil setelah mediasi yang sebelumnya dilakukan bersama warga tidak mencapai kesepakatan.
"Mungkin ada orang yang sudah dibawa ke Polres dan mungkin bisa ditanya kepada bapak Jufri," ucapnya.
Sementara itu, polisi disebut telah menangani laporan tersebut. Anak Amanda juga diarahkan untuk menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati guna mendukung proses penyelidikan atas dugaan penganiayaan.
(hap)