- Tangkapan layar instagram alfiaaa
Viral Tradisi Pernikahan Bugis, Satu Tante Satu Emas! Netizen Takjub, Ternyata Ada Makna Kekeluargaan di Baliknya
Dalam artikel ilmiah “Trend of Uang Panai Researches: A Systematic Literature Review”, yang ditulis Muh Shadiqul Fajri AF dan diterbitkan dalam Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, Vol. 7 No. 2, halaman 163–173, pada 30 September 2025, penulis menelaah penelitian mengenai uang panai dalam perkawinan masyarakat Bugis.
Kajian tersebut menyaring 18 artikel dari publikasi periode 2014–2024 untuk memetakan pendekatan, metode, dan lokasi penelitian mengenai tradisi tersebut.
Penelitian itu menunjukkan bahwa uang panai merupakan salah satu tradisi perkawinan yang banyak dikaji dalam konteks budaya Bugis. Namun, kajian tersebut membahas uang panai, bukan praktik pemberian emas oleh tante kepada pengantin.
Konteks lainnya dijelaskan oleh Muhammad Aris, Ratna Sari Dewi, dan Ria Yuni Lestari dalam penelitian “Tradisi Uang Panai dalam Pernikahan Diaspora Suku Bugis (Studi Etnografi pada Masyarakat Kampung Bugis di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten)”, yang diterbitkan dalam Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Vol. 14 No. 1, Mei 2024, halaman 89–98.
Berdasarkan penelitian etnografi tersebut, proses pemberian uang panai di komunitas yang diteliti melibatkan pembicaraan hingga tercapai kesepakatan kedua keluarga.
Penulis menjelaskan bahwa uang panai dimaknai sebagai bentuk penghargaan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan, sementara besarannya ditentukan melalui kesepakatan agar tidak memberatkan salah satu pihak.
Temuan ini berlaku pada komunitas yang menjadi lokasi penelitian dan tidak serta-merta mewakili seluruh keluarga Bugis.
Kedua penelitian tersebut membantu menjelaskan bahwa perkawinan Bugis memiliki dimensi sosial dan kekeluargaan yang penting. Namun, keduanya tidak dapat dijadikan bukti bahwa tradisi “satu tante satu emas” merupakan ketentuan adat yang berlaku universal.
Pemberian emas dalam unggahan @arti.moment_wcc lebih tepat dijelaskan sebagai hadiah atau bentuk dukungan keluarga yang maknanya perlu ditempatkan sesuai konteks peristiwa.
Pada akhirnya, viralnya momen tersebut bukan semata-mata tentang berapa banyak perhiasan yang diterima pengantin. Video itu juga memperlihatkan bagaimana keluarga ikut mengambil bagian dalam perayaan pernikahan melalui pemberian dan kebersamaan.
Setiap keluarga tentu memiliki kebiasaan dan kemampuan ekonomi yang berbeda. Karena itu, pemberian emas tidak seharusnya dipandang sebagai ukuran mutlak kemewahan atau keabsahan sebuah pernikahan adat Bugis.