news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Maia Estianty.
Sumber :
  • Instagram/maiaestiantyreal

Kronologi Maia Estianty Dirujak soal Rezeki dan Ikhtiar, Warganet: Bunda Maia Pernah Miskin?

Kronologi Maia Estianty dirujak soal rezeki dan ikhtiar, warganet: Bunda Maia pernah miskin?
Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:40 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Musisi Maia Estianty menjadi sorotan warganet setelah mengunggah utas mengenai rezeki, kerja keras, dan ikhtiar. Pernyataannya tentang pentingnya berusaha untuk mendapatkan rezeki justru memicu perdebatan di media sosial.

Persoalan ini bermula ketika Maia membagikan pemikirannya tentang makhluk hidup yang harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan. Ia menyinggung kebiasaan burung liar yang terbang ke sana kemari demi mencari makanan sebagai gambaran bahwa rezeki tidak cukup hanya ditunggu.

Menurut Maia, manusia juga perlu meningkatkan usaha ketika merasa kondisi keuangannya belum mencukupi. Ia turut mengaitkan kelancaran rezeki dengan kebiasaan bersedekah, baik melalui uang maupun tenaga.

Pandangan tersebut kemudian menuai pro dan kontra. Sebagian warganet menilai pesan Maia mengingatkan pentingnya kerja keras, tetapi tidak sedikit pula yang menganggap pernyataan itu kurang mempertimbangkan kondisi masyarakat yang sudah bekerja keras tetapi masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Maia Estianty
Sumber :
  • Instagram @maiaestiantyreal

Awal Mula Maia Estianty Dirujak soal Rezeki dan Ikhtiar

Dalam utas yang dibagikannya, Maia Estianty mengibaratkan manusia seperti burung liar yang perlu berusaha mencari makanan meskipun rezeki setiap makhluk telah dijamin oleh Allah SWT.

"Melihat burung liar makan, berpikir bahwa semua makhluk hidup rezekinya ditanggung Allah itu benar, tapi burung kalau malas terbang juga gak bakal dapet makanan... artinya, kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana sini mencari makanan... kita males, ya rejeki kita seret, akan seret lagi kalo gak pernah bersedekah (dengan uang atau tenaga)"

Pernyataan tersebut menjadi perbincangan karena dianggap menyederhanakan persoalan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat.

Bagi sejumlah warganet, kesulitan finansial tidak selalu disebabkan oleh kurangnya usaha atau keengganan untuk bersedekah.

Ada orang yang telah bekerja berjam-jam setiap hari, bahkan menjalani lebih dari satu pekerjaan, tetapi penghasilannya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Kondisi inilah yang membuat sebagian warganet mempertanyakan sudut pandang Maia.

Latar belakang keluarga Maia yang dikenal berkecukupan juga ikut disinggung dalam perdebatan tersebut.

Sejumlah warganet menilai pengalaman seseorang yang tumbuh dengan dukungan keluarga berbeda dengan pengalaman masyarakat yang harus berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi sejak kecil.

Maia Estianty dan Irwan Mussry
Sumber :
  • Instagram @maiaestiantyreal

Warganet Bertanya, Bunda Maia Pernah Miskin?

Perdebatan semakin ramai ketika seorang warganet mempertanyakan apakah Maia pernah merasakan hidup dalam kemiskinan.

"Pertanyaannya... Bunda Maia pernah miskin?" tanya seorang warganet.

Pertanyaan itu menyoroti perbedaan antara pengalaman kekurangan uang dan kondisi hidup dalam kemiskinan yang membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Maia kemudian memberikan tanggapan dengan mengaku pernah mengalami kondisi keuangan yang sulit. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sudah berusaha mencari uang sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Bokek and gak punya duit mah pernah, tapi cari cara terus buat gimana caranya punya duit dengan kerja dari kecil... SD aja gw dah kerja... maklum, bokap itu PNS... jadi tetep harus cari duit sendiri.. SMP udah bisa traktir temen pas ulang tahun pake uang kerja sendiri..." balas Maia.

Melalui jawabannya, Maia menegaskan bahwa dirinya pernah mengalami kondisi tidak memiliki banyak uang dan berusaha mendapatkan penghasilan sendiri sejak kecil.

Meski begitu, tanggapan tersebut tidak serta-merta meredakan perdebatan. Sejumlah warganet tetap menilai pengalaman kehabisan uang tidak selalu sama dengan pengalaman hidup dalam kemiskinan yang disertai keterbatasan akses pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar.

Respons Warganet soal Pernyataan Maia Estianty

Pernyataan Maia dan tanggapannya mengenai pengalaman masa kecilnya memunculkan beragam reaksi.

Sebagian komentar menyoroti perbedaan tingkat kesulitan yang dialami seseorang, sementara lainnya mempertanyakan apakah pesan tentang kerja keras sudah mempertimbangkan realitas masyarakat berpenghasilan rendah.

Salah seorang warganet menulis:

"Bokeknya dia mah kagak perlu mikirin besok harus makan apa, listrik bayarnya gimana"

Komentar tersebut menggambarkan pandangan bahwa kondisi keuangan Maia ketika kekurangan uang mungkin berbeda dengan situasi keluarga yang harus memikirkan biaya makan, tagihan listrik, dan kebutuhan pokok setiap hari.

Warganet lain turut menyinggung latar belakang keluarga Maia yang memiliki hubungan keturunan dengan tokoh pergerakan nasional H.O.S. Tjokroaminoto.

"Maia ini kan keturunan pahlawan nasional (dia cicitnya H.O.S. Tjokroaminoto). Jelas dia ber-privilege. Walau yg diwariskan mungkin bukan secara langsung harta atau uang, but the access to things with that name, must have helped her family in one way or another..."

Komentar itu menyoroti privilege atau keuntungan yang mungkin diperoleh seseorang dari latar belakang keluarga dan akses sosialnya.

Namun, anggapan mengenai sejauh mana latar belakang tersebut memengaruhi kondisi ekonomi Maia tidak dijelaskan lebih lanjut dalam perdebatan tersebut.

Kritik lain menilai bahwa jawaban Maia justru belum menyentuh persoalan utama yang dipermasalahkan warganet.

"Niatnya mungkin mau nyindir orang yang ngatain dia tone deaf, tapi jujur...malah kelihatan tone deaf-nya sih bund"

Istilah tone deaf dalam konteks ini merujuk pada sikap atau pernyataan yang dinilai kurang peka terhadap keadaan dan perasaan orang lain.

Ada pula warganet yang menyarankan Maia melihat secara langsung perjuangan masyarakat kecil dalam mencari nafkah.

"Coba Maya Estianty suruh keliling pasar selama seminggu nanti pasti tau kalau orang dibawah tuh kerja keras banget, bahkan mereka kadang bangunnya lebih dulu dari orang kebanyakan belum lagi panas hujan tetep harus kerja nunggu pelanggan"

Komentar tersebut menekankan bahwa sebagian orang telah bekerja keras dalam kondisi yang tidak mudah, tetapi hasilnya belum tentu sebanding dengan tenaga dan waktu yang dikeluarkan.

(gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral