news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penghulu yang viral minta maaf kepada fotografer di Mojokerto.
Sumber :
  • TikTok/@Shankara.project

Kronologi Penghulu Marah Diatur Fotografer saat Akad Nikah di Mojokerto, Kini Disorot Kemenag

Berikut kronologi lengkap penghulu yang viral marah sekaligus menegur fotografer akibat tak terima diatur di tengah proses akad nikah di Mojokerto, Jawa Timur.
Senin, 12 Oktober 2026 - 13:23 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Perselisihan antara seorang pria yang diduga penghulu dan fotografer dalam prosesi akad nikah di Mojokerto menjadi perbincangan setelah videonya viral di media sosial.

Persoalan yang bermula dari permintaan fotografer mengenai posisi pengantin itu memicu adu argumen hingga berujung pada klarifikasi dan permintaan maaf.

Peristiwa tersebut menyita perhatian publik lantaran pria yang disebut sebagai penghulu itu terdengar menegur fotografer dengan nada tinggi. Insiden ini kemudian menjadi sorotan, termasuk terkait sikap petugas pencatat pernikahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kronologi Penghulu Tegur Fotografer saat Akad Nikah di Mojokerto

Dilihat tvOnenews.com dari akun TikTok @Shankara.project, Senin (12/10/2026), pemilik akun mengungkapkan sangat kecewa terhadap perilaku pria yang diduga sebagai penghulu dari wilayah Kutoanyar, Mojokerto.

Berdasarkan penjelasan pengunggah, persoalan yang berujung viral itu bermula ketika fotografer menyampaikan keinginan calon pengantin perempuan. Pasalnya, pengantin tersebut meminta hendak keluar setelah rangkaian akad nikah selesai.

Fotografer mengaku hanya berusaha memenuhi permintaan pasangan tersebut. Ia pun coba berupaya untuk mengabadikan momen pernikahan mereka.

Namun, penyampaian keinginan itu justru memicu ketegangan. Fotografer disebut telah berbicara secara sopan, tetapi respons yang diterimanya dinilai berlebihan karena dianggap mencampuri kewenangan penghulu dalam memimpin prosesi akad nikah.

Pengunggah juga menyampaikan bahwa fotografer merasa diperlakukan dengan tidak pantas. Selain mendapat teguran keras, fotografer mengaku ditunjuk-tunjuk dan menerima perkataan yang dianggap merendahkan.

Pria yang disebut sebagai penghulu itu juga diklaim menyinggung kemampuan fotografer membaca Al-Qur'an serta pengetahuannya mengenai agama.

"Sedangkan secara hukum dan syariat itu sah dan secara rukun juga sah sah saja," ujarnya.

Percakapan Penghulu yang Viral

Dalam rekaman yang beredar, dengan nada keras, pria tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab fotografer sebatas mengambil gambar, bukan mengarahkan jalannya prosesi akad nikah.

"Aku sering kayak begini ini, moro-moro (Tiba-tiba, red) penghulu diatur oleh tukang foto. Tugasnya foto, bukan tugasnya ngatur, ayat disini." ucap penghulu tersebut.

Ia kemudian meminta fotografer dan perias agar tidak mencampuri tugasnya. Pria itu juga menekankan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai petugas yang mewakili negara.

"Jadi, tukang foto rias ojok ngatur pemerintah. Saya di sini diundang mewakili negara untuk mengatur, Semuanya," tegasnya.

Pernyataan bernada teguran kembali terdengar ketika pria itu menyinggung persoalan adab, pendidikan, serta pemahaman agama.

"Jadi, tukang foto, rias, seharusnya tidak mengatur pemerintah. Tolong ya biar tahu adab sekolah karena menjadi penghulu itu ngaji mas," lanjutnya.

Ia bahkan melontarkan ancaman terkait pihak-pihak yang dinilainya tidak mengikuti aturan.

"Ini bukan main-main ya mas ya, tukang foto ini. Ini kan saya buang satu-tiganya."

Penghulu Klarifikasi

Setelah video tersebut menjadi perhatian publik, pria yang mengaku sebagai penghulu itu akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam rekaman pernyataan yang beredar, ia menyampaikan permintaan maaf kepada Arwani, fotografer yang terlibat dalam perselisihan tersebut.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya penghulu KUA yang sedang viral. Saya mohon maaf kepada Mas Arwani selaku saudara saya yang kurang komunikasi. Dalam hati saya tidak ada maksud saya menghina," ucap penghulu.

Ia mengakui bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi dirinya. Menurutnya, peristiwa itu merupakan pengalaman berharga untuk memperbaiki sikap sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Sampean adalah guru bagi saya yang mengingatkan saya untuk bisa berubah, melayani masyarakat," imbuhnya.

Pada akhir klarifikasinya, ia kembali menyampaikan penyesalan dan berharap Arwani bersedia menerima permintaan maafnya.

Reaksi Kemenang

Sementara, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Zayadi menyoroti peristiwa viral tersebut. Ia menegaskan bahwa, setiap layanan akad nikah harus diberikan secara profesional, santun, dan penuh penghormatan.

Ia menambahkan, prosedur operasi standar (SOP) menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan proses akad nikah. Mewakili Kemenag, ia meminta maaf atas ketidaknyamanannya.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang timbul. Akad nikah merupakan momen sakral bagi pasangan dan keluarga. Karena itu, pelayanan harus membantu mereka menjalani prosesi dengan tenang, khidmat, dan penuh rasa hormat," ujar Zayadi, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia memastikan Kemenag akan menindaklanjuti persoalan yang viral di media sosial. Langkah yang diambil, yakni mendengarkan keterangan dari para pihak hingga mengumpulkan kronologi secara menyeluruh.

"Jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran terhadap SOP akan dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan. Apabila terbukti terjadi pelanggaran, akan ditindaklanjuti dengan pembinaan atau tindakan sesuai dengan tingkat pelanggarannya," pungkasnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral