- Facebook/Risna Wede Risna
Sebelum Sagu Kental, Ibu Bayi 2 Bulan Lebih Dulu Kasih Makan Anaknya dengan Pisang: Kalau Gak Dikasih Makan Nangis
tvOnenews.com - Jagat media sosial Facebook mendadak dihebohkan oleh aksi nekat seorang ibu yang mengunggah video saat memberikan makanan padat berupa olahan sagu kental kepada bayinya, yang diduga baru berusia 2 bulan.
Unggahan tersebut mendadak tular dan memicu gelombang kemarahan warganet yang sangat khawatir akan risiko bahaya fatal pada sistem pencernaan sang bayi.
Bukannya mendengarkan teguran dan nasihat medis dari netizen yang prihatin, sang ibu yang bernama Risna justru bersikap amat keras kepala dan ngeyel.
Ia tetap bergeming membalas komentar kritik warganet dengan dalih bahwa anaknya tetap berada dalam kondisi sehat serta mengikuti budaya nenek moyang.
- Facebook/Risna Wede Risna
Sikap sang ibu yang secara terang-terangan mengabaikan edukasi kesehatan ini kian memancing amarah publik, karena ia terlihat amat bangga atas viralnya konten tersebut.
Tanpa rasa bersalah, sang ibu memamerkan bahwa video pemberian sagu kental yang ramai dihujat warganet itu justru memberikan keuntungan finansial berupa pundi-pundi rupiah dari hasil monetisasi di Facebook.
Tingginya angka tayangan dan interaksi dari netizen dianggap sebagai peluang mendatangkan penghasilan tambahan, tanpa memedulikan ancaman bahaya medis yang mengintai keselamatan sang buah hati.
Fakta memprihatinkan lainnya terungkap setelah tim tvOnenews.com menelusuri riwayat unggahan lain pada akun Facebook milik sang ibu dengan nama pengguna Risna Wede Risna.
Sekitar 4 minggu lalu atau pada kisaran bulan September 2026, sang ibu ternyata sudah lebih dulu mengunggah video yang memperlihatkan bayinya disuapi buah pisang.
Pada unggahan terdahulu tersebut, sejumlah netizen sejatinya sempat meninggalkan komentar prihatin dan mewanti-wanti dampak buruk pemberian makanan padat bagi bayi baru lahir.
Namun, lagi dan lagi, sang ibu tetap ngeyel mengabaikan peringatan publik hingga akhirnya kembali mengulangi perbuatannya dengan memberikan sagu kental.
- Facebook/Risna Wede Risna
Durasi ASI eksklusif dan waktu tepat pemberian MPASI
- Pexels/Greta FotografĂa
Tindakan memberikan makanan padat kepada bayi berusia di bawah 6 bulan sangat bertentangan dengan kaidah medis.
Berdasarkan panduan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, setiap bayi wajib mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif secara penuh dari lahir hingga berusia 6 bulan.
Selama periode emas ini, sistem pencernaan bayi belum memiliki enzim lengkap dan organ ususnya belum siap mengolah makanan lain selain ASI, baik susu formula maupun makanan padat, seperti buah pisang dan adonan sagu.
Kemenkes menjelaskan, bahwa Makanan Pendamping ASI (MPASI) baru boleh diberikan secara bertahap ketika bayi telah genap berusia 6 bulan. Pada usia tersebut, organ pencernaan anak dinilai sudah matang dan siap menerima nutrisi tambahan.
Pemberian MPASI secara dini sebelum usia 6 bulan sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan penyumbatan usus, invaginasi, alergi berat, hingga infeksi pencernaan yang mengancam jiwa. (ism)