- YouTube C8 Podcast
Vicky Prasetyo Desak Para Artis hingga Akun Jutaan Pengikut Tak Diam soal Karhutla: Kenapa Kalian Mendadak Bisu?
Jakarta, tvOnenews.com - Selebritas Vicky Prasetyo melontarkan kritik kepada para artis dan influencer yang dinilai kurang bersuara mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Vicky Prasetyo mengingatkan bahwa kondisi lingkungan saat ini membutuhkan perhatian serius dari berbagai kalangan, termasuk figur publik yang memiliki banyak jutaan pengikut di media sosial.
Vicky Prasetyo mengajak para selebritas, influencer, hingga pemilik akun centang biru dengan jutaan pengikut untuk turut menyuarakan persoalan karhutla.
Ia kemudian mempertanyakan sikap mereka yang dinilai lebih aktif ketika membahas tren hiburan dan kehidupan selebritas. Sementara, kondisi alam di Indonesia tidak baik akibat karhutla.
"Teman-teman artis, influencer, akun-akun media centang biru dan jutaan pengikut di media sosial. Giliran tren joget viral, isu selingkuh artis, atau pamer gaya hidup mewah, jari kalian paling lincah bikin konten," ujar Vicky Prasetyo dikutip tvOnenews.com dari Instagram pribadinya, Minggu (18/10/2026).
"Tapi giliran hutan dibakar hidup-hidup, sampai langitnya menguning. Kenapa bibir kalian mendadak kelu dan akun kalian bisu?," tanya dia dengan heran.
Vicky juga menyoroti dampak buruk asap kebakaran terhadap masyarakat, terutama bayi, anak-anak, dan lanjut usia.
Menurut dia, pencemaran udara akibat karhutla menjadi persoalan serius karena dapat mengancam kesehatan warga, bahkan ketika mereka berada di dalam rumah.
"Buka mata kalian. Di sana bayi-bayi dan lansiang sedang bertarung nyawa. Tenggorokannya terbakar dan paru-parunya diracuni meski bernapas di rumah sendiri," terangnya.
Tak hanya berdampak pada manusia, kebakaran hutan juga mengancam kelangsungan hidup satwa liar. Vicky mengecam kerusakan kawasan hutan yang membuat hewan kehilangan habitat dan tempat berlindung dari kobaran api.
"Hutan kita hangus dijarah korporasi. Satwa mati terpanggang, tidak ada area aman untuk mereka berlari. Dan kalian cuma duduk manis nonton dari balik layar smartphone," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa popularitas di media sosial dapat dimanfaatkan untuk mendorong perhatian publik terhadap persoalan lingkungan.
Ia menilai unggahan para figur publik berpotensi membentuk opini masyarakat sekaligus memberikan tekanan kepada pemangku kebijakan.