- Tim tvOne/Julio Trisaputra
Mengenal Kamaruddin Simanjuntak, Eks Pengacara Brigadir J yang Tutup Usia usai Mengidap Penyakit Ginjal
tvOnenews.com - Kabar meninggalnya pengacara Kamaruddin Simanjuntak membawa duka bagi dunia hukum Indonesia.
Sosok yang dikenal luas setelah mendampingi keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J itu mengembuskan napas terakhir pada Senin (19/10/2026) dini hari.
Kamaruddin meninggal dunia di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta, sekitar pukul 02.47 WIB. Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh rekan sesama advokat, Martin Lukas Simanjuntak, yang turut menyampaikan ungkapan duka melalui media sosial.
Lantas, seperti apa perjalanan hidup dan rekam jejak Kamaruddin Simanjuntak hingga namanya dikenal luas oleh masyarakat Indonesia?
Mengenal Kamaruddin Simanjuntak dan Perjalanan Kariernya
Kamaruddin Hendra Simanjuntak merupakan advokat asal Sumatera Utara yang namanya semakin dikenal setelah menangani kasus pembunuhan Brigadir J pada 2022. Ia lahir di Tapanuli Utara pada 21 Mei 1974 dan menghabiskan masa kecilnya di Siborongborong.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Siborongborong pada 1992, Kamaruddin merantau ke Jakarta untuk mencari pengalaman dan membangun masa depan.
Perjalanan kariernya tidak langsung dimulai dari dunia hukum. Pada 1993, ia diketahui pernah bekerja sebagai petugas layanan pelanggan di sebuah restoran.
- kamaruddinsimanjuntakpartners.com/
Ketertarikannya terhadap bidang hukum kemudian mendorongnya melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Kamaruddin berhasil menyelesaikan pendidikan hukumnya pada 2004 dengan predikat cumlaude. Tiga tahun berselang, ia resmi bergabung dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).
Kariernya terus berkembang hingga mendirikan Victoria Law Firm pada 2019. Ia juga dikenal melalui kantor hukum yang menggunakan namanya sendiri.
Sepanjang perjalanan sebagai pengacara, Kamaruddin menangani sejumlah perkara yang melibatkan berbagai tokoh.
Pada 2017, ia mendampingi Rachmawati Soekarnoputri dalam pelaporan terhadap presenter Muhammad Fadlan terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi pembangunan kondotel di Batu, Jawa Timur.
Pada 2021, Kamaruddin juga pernah menjadi penasihat hukum Muhammad Kosman alias Muhammad Kece yang terseret perkara dugaan penistaan agama.
Namun, namanya semakin mendapat sorotan nasional ketika terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
Rekam Jejak Kamaruddin dalam Kasus Brigadir J
- M. Risyal Hidayat-Antara
Nama Kamaruddin Simanjuntak melekat pada perjuangan keluarga Brigadir J dalam mencari kejelasan atas kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat pada 8 Juli 2022.
Sebagai kuasa hukum keluarga Yosua, Kamaruddin aktif menyuarakan tuntutan agar kematian tersebut diusut secara menyeluruh. Ia juga mendorong dilakukannya autopsi ulang terhadap jenazah Yosua untuk membantu mengungkap penyebab kematian korban.
Perkara tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu kasus hukum paling menyita perhatian publik pada 2022 hingga 2023.
Persidangan mengungkap keterlibatan sejumlah terdakwa, termasuk Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.
Perannya dalam kasus tersebut membuat namanya semakin dikenal masyarakat luas. Ia juga dikenal sebagai pengacara yang vokal dalam menyampaikan pandangan dan kritik terkait penanganan perkara hukum.
Penyakit Ginjal yang Diderita Sebelum Meninggal Dunia
- X @BangPino__
Di balik kesibukannya sebagai advokat, Kamaruddin diketahui menghadapi masalah kesehatan sebelum tutup usia.
Rekan Kamaruddin, Poltak Silitonga, sebelumnya mengungkapkan bahwa almarhum menderita penyakit ginjal.
Menurut Poltak, gangguan kesehatan itu telah berlangsung lebih dari setahun dan baru diketahui setelah kondisi Kamaruddin menurun sehingga harus menjalani pemeriksaan medis.
Akibat gangguan ginjal yang dialaminya, Kamaruddin harus menjalani cuci darah hingga tiga kali dalam sepekan.
Kabar mengenai kebiasaan menjalani cuci darah tersebut kembali disampaikan Martin Lukas Simanjuntak setelah Kamaruddin meninggal dunia.
Martin mengatakan bahwa rekannya itu telah rutin menjalani prosedur tersebut selama beberapa tahun terakhir, meski ia tidak mengetahui secara terperinci diagnosis medis yang diderita almarhum.
Jenazah Kamaruddin kemudian disemayamkan di Rumah Duka Krematorium Tabitha UKRIDA, Jakarta Barat. (asl)