- Instagram @princessyahrini
Syahrini Akui Culture Shock setelah Menikah dengan Reino Barack, Terutama soal Kebiasaan Keluarga
tvOnenews.com - Syahrini mengungkap pengalaman culture shock setelah menikah dengan Reino Barack dan menjalani kehidupan baru di luar dunia hiburan. Penyanyi yang telah vakum dari industri entertainment selama kurang lebih tujuh tahun ini mengaku harus beradaptasi dengan kebiasaan keluarga suaminya yang berbeda dari lingkungan kerjanya dahulu.
Dalam perbincangan mendalam bersama Grace Tahir yang tayang di YouTube @gt.bodyshot, Syahrini menceritakan perbedaan suasana antara dunia hiburan dan lingkungan keluarga Reino Barack. Jika sebelumnya terbiasa dengan aktivitas yang ramai dan penuh energi, kini ia lebih sering berada di lingkungan keluarga pebisnis yang tenang.
Syahrini juga mengungkap bahwa kebiasaan keluarga Reino Barack yang didominasi agenda rapat menjadi salah satu hal yang cukup berbeda dari kehidupannya sebagai seorang entertainer. Meski demikian, ia merasa beruntung karena mendapat dukungan dari keluarga suaminya untuk tetap menjadi diri sendiri.
- Instagram @princessyahrini
Grace Tahir kemudian menanyakan pengalaman Syahrini ketika memasuki lingkungan keluarga yang memiliki latar belakang bisnis.
“Terutama kalau suaminya tuh dari keluarga bisnis. Kamu kan ada sisi kamu dari entertainment. Dia kan keluarga bisnis, kan biasa kan sangat berbeda. Pas kamu menikah boleh tahu nggak sih apa kamu ada kayak semacam kayak culture shock mungkin hal-hal yang kamu biasa lihat di dunia entertainment. Wah, bisnis ternyata orang nggak kayak begitu. Itu ada nggak sih culture-culture demikian?” tanya Grace Tahir.
Syahrini membenarkan bahwa perbedaan lingkungan tersebut membuatnya perlu melakukan penyesuaian. Ia menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang wajar karena harus memasuki dunia yang sebelumnya tidak terlalu dekat dengan kesehariannya.
“Eh, iya itu pasti and very natural karena aku merasa, oh, seperti ini ya masuk ke dunia yang bukan di duniaku. Mereka yang soft spoken ya, kita yang biasanya darder dor ganggenggong gitu di luar menghibur ternyata masuk ke fase dunia bisnis, dunia yang isinya meeting, meeting and meeting gitu ya. Terus harus lunch meeting, dinner meeting yang gitu-gitu,” ujar Syahrini.
Terbiasa dengan Dunia yang Lebih Tenang
Menurut Syahrini, kehidupan di lingkungan keluarga pebisnis memiliki suasana yang berbeda dari dunia hiburan. Ia menggambarkan keluarga Reino Barack sebagai lingkungan yang lebih tenang atau low key, sementara pekerjaannya sebagai penyanyi membuatnya terbiasa dengan aktivitas yang dinamis.
Perbedaan tersebut juga terlihat dari rutinitas sehari-hari. Jika dunia hiburan identik dengan panggung, penampilan, dan interaksi dengan banyak orang, kehidupan keluarga bisnis justru banyak diisi dengan pertemuan dan agenda rapat.
“Banyakan meeting. Oke, jadi aku masuk ke dunia itu yang dunia senyap, maksudnya yang bukan dunia senyap seperti enggak ada kehidupan. Eh, low key-lah. Mereka itu orientasinya pokoknya jauhlah dari dunia hiburan,” kata Syahrini.
Pengalaman tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam keseharian Syahrini setelah menikah. Ia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang memiliki kebiasaan dan orientasi berbeda, sekaligus menjalani kehidupan yang jauh dari sorotan panggung hiburan.
Kebiasaan Keluarga Reino Barack yang Modern
Selain membicarakan perbedaan dunia kerja, Grace Tahir juga menyinggung latar belakang keluarga Reino Barack yang memiliki darah Jepang. Grace mempertanyakan apakah latar belakang budaya tersebut membuat Syahrini harus mengikuti kebiasaan tertentu setelah menikah.
“Maaf, suami kamu kan ada darah Jepang. Benar enggak sih?” tanya Grace Tahir.
Syahrini menjelaskan bahwa ibu mertuanya berasal dari Jepang, begitu pula nenek Reino Barack. Hal tersebut membuat Grace penasaran mengenai cara Syahrini beradaptasi dengan kebiasaan keluarga yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
“Jadi mamanya suamiku, mama mertuaku pure Jepang. Nah, itu dia neneknya pure Jepang juga,” jawab Syahrini.
Grace kemudian menanyakan apakah Syahrini mengalami kesulitan mengikuti kebiasaan keluarga Jepang yang menurutnya memiliki aturan dan prosedur tersendiri.
“Nah, pertanyaan saya adalah Jepang itu setahu saya kan beda bangsa Indonesia, loh. Sangat apa ya, bukan kaku ya, tapi sangat mengikuti prosedural ya menurut saya. Nah, kayak kamu gitu susah nggak sih untuk mengikuti atau mungkin Reino ini udah nggak terlalu ke Jepangnya atau gimana ya?” ujar Grace.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Syahrini mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam berkomunikasi dengan ibu mertuanya. Ia menyebut sang ibu mertua sudah lama tinggal di Indonesia sehingga fasih berbahasa Indonesia.
“Alhamdulillahnya mama mertuaku itu kan sudah fasih berbahasa Indonesia. Aku nggak terlalu sulit berkomunikasi dengan beliau karena beliau juga sudah lama tinggal di Indonesia mengikuti papa mertua,” ungkap Syahrini.
Syahrini Merasa Beruntung dengan Dukungan Mertua
Syahrini juga menjelaskan bahwa ayah mertuanya memiliki karakter modern dan religius. Menurutnya, perpaduan tersebut membuat suasana keluarga terasa nyaman dan tidak membebani dirinya dengan tuntutan budaya yang berlebihan.
“Sementara papa mertua aku ini orangnya very modern, religious dan aku merasa perpaduan yang sangat cantik di keluarga gitu. Artinya punya papa mertua yang religius tapi juga modern. Punya ibu mertua yang ikut ke culture Jepang juga tidak banyak mengharuskan aku seperti kayak orang Jepang gitu ya. Aku harus ini, harus itu. Enggak, semuanya tuh serba modern gitu. Alhamdulillah sudah mengikuti zaman yang serba modern lah,” kata Syahrini.
Ia pun merasa bersyukur karena keluarga Reino Barack memberinya ruang untuk menjalani kehidupan sesuai dengan kepribadiannya sendiri. Meskipun harus beradaptasi dengan lingkungan baru, Syahrini tidak merasa dituntut untuk meninggalkan kebiasaan atau identitasnya.
Bahkan, ia menyebut Reino Barack cukup fleksibel dalam urusan sehari-hari, termasuk mengenai makanan dan pekerjaan rumah tangga. Hal itu membuatnya tidak merasa harus menguasai semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga.
“Jadi aku merasa ya banyak beruntung dan suamiku juga segi makanan, segi apa-apa aja bisa gitu. Jadi aku nggak harus pandai memasak gitu-gitu tuh nggak gitu,” tutup Syahrini.
Pengalaman yang dibagikan Syahrini menunjukkan bahwa pernikahan tidak hanya mempertemukan dua orang, tetapi juga membawa seseorang memasuki lingkungan keluarga dengan kebiasaan yang berbeda. Bagi Syahrini, proses adaptasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup setelah menikah dengan Reino Barack, terlebih ketika ia memilih menjalani kehidupan yang lebih jauh dari gemerlap dunia hiburan.
(anf)