- kolase tvOnenews
Tiga Waktu Pembagian Shalat Dhuha, Ustaz Adi Hidayat Sebut Kemudahan Rezeki Ada di Jam Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Shalat dhuha kata Ustaz Adi Hidayat setidaknya terbagi dalam tiga waktu.
Waktu shalat dhuha sebenarnya, terbentang sejak matahari terbit hingga sesaat sebelum adzan dzuhur.
Dari rentang waktu itulah, ada tiga waktu pembagian shalat dhuha.
Dari tiga waktu itulah, ada salah satu fadhillah kemudahan rezeki.
Lantas bagaimana pembagian tiga waktu shalat dhuha dan kapan fadhilah kemudahan rezeki itu ada?
Berikut penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dirangkum oleh tvOnenews.com pada Minggu (22/10/2023) dari ceramah beliau yang diunggah di kanal YouTube Adi Hidayat Official.
Awal Dhuha
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa waktu shalat dhuha terbagi tiga dan setiap waktu itu memiliki kemuliaan sendiri.
“Shalat dhuha itu waktunya dimulai sejak waktu syuruq, saat perjalanan matahari yang bergerak dari terbit sampai berada di posisi tempat terbitnya sampai bergeser lagi sekitar bayangan itu 1 tombak,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Waktunya bernama syuruq, pergerakan mataharinya namanya isyraq, matahari berada di porosnya disebut masyriq.
“Saat bayangan matahari 1 tombak inilah waktu syuruq atau awal dhuha,” kata Ustaz Adi Hidayat.
“Awal dhuha, tarik 1 jam setelah shalat subuh, kurang lebih 1 jam paling cepat, awal syuruq 6.30 boleh nambah 15 menit tak ada masalah,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Adapun kemuliaan yang ada di awal dhuha ini antara lain dikatakan oleh Ustaz Adi Hidayat tercantum dalam hadits At-Tirmidzi.
Tiga Waktu Pembagian Shalat Dhuha, Ustaz Adi Hidayat Sebut Kemudahan Rezeki Ada di Jam Ini (pixabay/adliwahid)
“Siapa menunaikan shalat subuh dengan jamaah atau di hadits lain dikatakan di masjid, lalu dia tidak langsung beranjak, dia berdzikir dulu hingga sampai tiba awal dhuha, kemudian dia shalat di awal dhuha itu, maka ia dapat pahala senilai haji dan umrah,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Namun Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa hal tersebut jangan dipahami dengan kalimat bahwa jika shalat syuruq artinya sudah haji dan umrah.
“Ini senilai pahala haji dan umrah tapi belum tentu dapat kemuliaan shalat di masjidil haram masjid nabawi,” kata Ustaz Adi Hidayat.