news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 24: Tentang Pemimpin.
Sumber :
  • Istockphoto

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 247: Tentang Pemimpin

Semua hal ada dalam Al-Qur’an, termasuk mengenai pemimpin. Salah satu ayat yang menjelaskan tentang pemimpin adalah Surah Al Baqarah Ayat 247. Ini tafsirnya.
Kamis, 26 Oktober 2023 - 08:22 WIB
Reporter:
Editor :

Tafsir Ringkas Kemenag

Nabi atau ulama mereka akhirnya mengabulkan permintaan tersebut. Dan nabi mereka berkata kepada mereka sebagai bentuk pengabulan permintaan mereka,

“Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi raja atau komandan-mu.”

Mereka, khususnya para pembesar, menjawab dengan nada sinis, 

“Bagaimana mungkin Thalut memperoleh kerajaan atau kekuasaan atas kami dan memimpin kami dalam pertempuran, sedangkan kami dengan segala kebesaran yang kami miliki seharusnya lebih berhak atas kerajaan atau jabatan itu daripadanya, dan dia juga tidak diberi kekayaan yang banyak?” 

Nabi mereka menjawab, 

“Allah telah memilihnya sebagai raja kamu dan memberikan kepadanya sesuatu yang menjadikannya layak menerima tugas itu, yaitu kelebihan ilmu untuk memahami strategi perang dan fisik yang kuat agar mampu menjalankan tugas berat tersebut.” 

Ketahuilah, sesungguhnya Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas anugerah-Nya yang tidak dipengaruhi oleh kekayaan hamba-Nya, lagi Maha Mengetahui apa yang layak dan tidak layak bagi hamba-Nya.

Tafsir Tahlili

Samuel mengatakan kepada Bani Israil, bahwa Allah SWT telah mengangkat Ṭhalut (dalam Bibel Saul) sebagai raja. 

Orang-orang Bani Israil tidak mau menerima Thalut sebagai raja dengan alasan, bahwa menurut tradisi yang boleh dijadikan raja hanyalah dari kabilah Yehuda, sedangkan Ṭhalut dari kabilah Bunyamin. 

Lagi pula disyaratkan yang boleh menjadi raja itu harus seorang hartawan, sedang Thalut bukan hartawan. 

Oleh karena itu secara spontan mereka menolak,

“Bagaimana Thalut akan memerintah kami, padahal kami lebih berhak untuk mengendalikan pemerintahan daripada dia, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup untuk menjadi raja?” 

Samuel menjawab bahwa Thalut diangkat menjadi raja atas pilihan Allah karena itu Allah menganugerahkan kepadanya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa sehingga ia mampu memimpin Bani Israil. 

Dari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa seorang yang akan dijadikan raja itu hendaklah:

1. Mempunyai kekuatan fisik sehingga mampu untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai kepala negara.

2. Menguasai ilmu pengetahuan yang luas, mengetahui letak kekuatan umat dan kelemahannya, sehingga dapat memimpinnya dengan penuh bijaksana.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral