news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peristiwa Isra Mi’raj 27 Rajab: Mengapa Nabi Muhammad SAW Diperjalankan di Malam Hari? Simak Tafsir Surah Al Isra Ayat 1 Ini.
Sumber :
  • pexels

Peristiwa Isra Mi’raj 27 Rajab: Mengapa Nabi Muhammad SAW Diperjalankan di Malam Hari? Simak Tafsir Surah Al Isra Ayat 1 Ini

Salah satu peristiwa besar Islam di bulan rajab adalah Isra Mi’raj. Saat malam hari di 27 rajab, Allah SWT perjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu ke Sidratul Muntaha. Mengapa malam hari? Berikut tafsir dari surah Al Isra ayat 1.
Minggu, 14 Januari 2024 - 15:44 WIB
Reporter:
Editor :

Beliau telah mendapat perintah untuk melakukan perjalanan malam, sebagai penghormatan kepadanya.

Dalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Nabi Muhammad saw kembali ke tempat tinggalnya di Mekah.

Hanya saja yang diterangkan bahwa Isra Nabi Muhammad saw dimulai dari Masjidil Haram, yaitu masjid yang terkenal karena Ka’bah (Baitullah) terletak di dalamnya, menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Maqdis. 

Masjid itu disebut Masjidil Aqsa yang berarti “terjauh”, karena letaknya jauh dari kota Mekah.

Selanjutnya Allah swt menjelaskan bahwa Masjidil Aqsa dan daerah-daerah sekitarnya mendapat berkah Allah karena menjadi tempat turun wahyu kepada para nabi. 

Tanahnya disuburkan, sehingga menjadi daerah yang makmur. 

Di samping itu, masjid tersebut termasuk di antara masjid yang menjadi tempat peribadatan para nabi dan tempat tinggal mereka.

Sesudah itu, Allah menyebutkan alasan mengapa Nabi Muhammad saw diperjalankan pada malam hari, yaitu untuk memperlihatkan kepada Nabi tanda-tanda kebesaran-Nya.

Tanda-tanda itu disaksikan oleh Muhammad saw dalam perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, berupa pengalaman-pengalaman yang berharga, ketabahan hati dalam menghadapi berbagai macam cobaan, dan betapa luasnya jagat raya serta alangkah Agungnya Allah Maha Pencipta. 

Pengalaman-pengalaman baru yang disaksikan Nabi Muhammad sangat berguna untuk memantapkan hati beliau menghadapi berbagai macam rintangan dari kaumnya, dan meyakini kebenaran wahyu Allah, baik yang telah diterima maupun yang akan diterimanya.

Di akhir ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa Dia Maha Mendengar bisikan batin para hamba-Nya dan Maha Melihat semua perbuatan mereka. 

Tak ada detak jantung, ataupun gerakan tubuh dari seluruh makhluk yang ada di antara langit dan bumi ini yang lepas dari pengamatan-Nya.

Ayat ini menyebutkan terjadinya peristiwa Isra, yaitu perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa di waktu malam. 

Sedangkan peristiwa Mi’raj, yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (Mustawa) tidak diisyaratkan oleh ayat ini, tetapi diisyaratkan dalam Surah an-Najm.

Berita Terkait

1 2
3
4 5 6 7 8 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral