- Instagram/PPP
Setelah Shalat Maghrib Baca Amalan ini agar Utang Langsung Lunas dan Rezeki Datang Seluas Samudera, Kata Mbah Moen
Surat Qaf Ayat 39-40 menjadi dalil Al Quran menjelaskan anjuran agar amalan diisi selepas shalat Fardhu khususnya Maghrib, Allah SWT berfirman:
فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوْبِ ۚ, وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاَدْبَارَ السُّجُوْدِ
Artinya: "Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari. Bertasbihlah pula kepada-Nya pada sebagian malam hari dan setiap selesai shalat." (QS. Qaf, 50:39-40)
Gurunya Gus Baha itu pun menganjurkan setelah shalat Maghrib tidak perlu langsung beranjak pergi agar bisa memperbanyak amalan.
Perihal amalan setelah shalat Maghrib dari Mbah Moen, salah satu santrinya bernama KH Izzuddin menyampaikan bahwa gurunya pernah membagikan sejumlah bacaan bagi yang mengalami masalah utang akibat terlilit pinjol.
KH Izzuddin menyatakan amalan ini merupakan berasal dari ijazah Mbah Moen setelah shalat Maghrib.
Namun demikian, amalan pengundang rezeki dan melunaskan utang ini juga bisa menjadi bacaan setelah shalat Subuh.
"Dulu saya diijazahi Mbah Moen. Sudah saya amalkan mulai saya umur 20 tahun sampai umur 75 tahun masih saya amalkan," kata KH Izzuddin dinukil dalam kanal YouTube NU Online, Sabtu.
"Ini dilaksanakan, ibarat hikmahnya daripada utang mending mengutangi," sambung dia menjelaskan.
Menurut Izzuddin, ijazah ini telah membawa hidupnya selalu dipenuhi keberkahan sejak menerapkan ilmu disampaikan oleh Mbah Moen.
Ia menyatakan amalan ini berupa ijazah pengundang rezeki hidupnya selalu berlimpah dan tidak merasa kekurangan atas rahmat dari Allah SWT.
"Semenjak saya berkeluarga sampai sekarang enggak punya utang. InsyaAllah cukup, padahal saya nggak punya lahan sawah, nggak punya," jelas dia.
Ijazah ini membuat para jemaah Izzuddin ingin mengamalkan ilmu pengundang rezeki dari gurunya Gus Baha itu.