- Freepik
Amalan Jumat 25 Juli 2025: Rezeki Bukan Melulu tentang Uang, Belajar Bersyukur di Hari Penuh Rahmat
tvOnenews.com - Tema seputar aliran rezeki akan menjadi pembahasan menarik khusus di amalan Jumat pada 25 Juli 2025.
Dengan tema rezeki, umat Muslim diharapkan memperkokoh sekaligus memperdalam seputar amalan Jumat.
Pada dasarnya, amalan Jumat merupakan salah satu bagian rangkaian ibadah hingga melakukan perbuatan baik yang berlangsung di hari Jumat.
Untuk itu, tvOnenews.com akan meyajikan amalan Jumat dikhususkan pada 25 Juli 2025, bertajuk "Rezeki Bukan Melulu tentang Uang, Belajar Bersyukur di Hari Penuh Rahmat".
- Freepik
1. Hari Jumat dan Makna Rezeki
Merujuk dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, keistimewaan hari Jumat paling populer adalah mendapat sebutan sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari) dalam Islam.
Dikutip dari NU Online, hadis riwayat dari Imam Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa'i disahkan At-Tirmidzi menunjukkan hari Jumat begitu istimewa, Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat." (HR. Muslim).
Sebagai hari mulia dan penuh rahmat, Allah SWT Maha Pemberi, Dia melimpahkan rezeki dan keberkahan mengalir deras, sekaligus pahala berlipat ganda kepada hamba-Nya.
Kita sering melupakan salah satu karunia besar di hari Jumat adalah rezeki, yang wajib dipercaya akan datang dalam banyak bentuk.
Dalam hal ini, orang mukmin tidak boleh lagi mengartikan rezeki hanya berupa harta benda, tetapi memiliki banyak bentuk yang keutamaannya sangat istimewa.
2. Pemahaman yang Lurus tentang Rezeki Bukan hanya Uang
Sebagian orang menganggap rezeki identik dengan gaji, bisnis lancar, atau warisan besar.
Padahal, Islam memberikan pandangan terkait sifat rezeki secara luas, seperti napas yang masih berhembus dan iman yang masih terjaga.
Soal keluarga yang mendukung dan harmonis merupakan bagian rezeki yang ditetapkan oleh Allah SWT.
Selain itu, waktu senggang atau free time adalah bagian dari nikmat sebagai bentuk rezeki yang dilimpahkan oleh Allah SWT.
Dikutip dari Quran Kemenag RI, kenikmatan dari rezeki telah ditafsirkan dalam dalil Al-Quran melalui Surat Al-Baqarah Ayat 7, Allah SWT berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras." (QS. Ibrahim, 14:7).
Dari tafsir ayat di atas, maka kita sudah memahami siapa yang mengakui rezeki dalam bentuk apa pun, ia layak mendapat tambahan nikmat lainnya.
3. Amalan Utama di Hari Jumat adalah Bersyukur
Selain shalat Jumat, memperbanyak sholawat dan membaca Surat Al-Kahfi juga bagian keistimewaan dari rezeki di hari Jumat.
Namun demikian, bersyukur juga merupakan amalan hati yang utama pada hari yang diberkahi ini.
Melalui hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa tidak bersyukur atas yang sedikit, maka ia tidak akan bersyukur atas yang banyak." (HR. Ahmad).
Syukur bukan hanya ucapan, tapi juga perasaan cukup dan pengakuan atas kemurahan Allah. Maka, hari Jumat adalah waktu yang tepat untuk memperkuat rasa syukur kita.
4. Menumbuhkan Syukur di Tengah Ujian
Kadang-kadang, rezeki menghampiri dalam wujud yang mungkin akan ditolak di awal, seperti mengalami sakit, dipecat dari pekerjaan, hingga mengalami musibah.
Kenyataan yang pahit inilah sebenarnya bisa menjadi jalan untuk mendekatkan pada Allah SWT.
Dalam hadis riwayatnya, Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu musibah kecuali Allah akan menghapus dosanya karenanya, meskipun hanya karena tertusuk duri." (HR. Bukhari & Muslim).
Oleh sebab itu, hari Jumat menjadi momen muhasabah untuk menyadari bahwa setiap ujian pun adalah bentuk rezeki penuh hikmah.
Jumat bukan sekadar waktu meminta, tetapi juga waktu mengingat dan mensyukuri.
Kita jangan sampai membuang kesempatan hari mulia ini secara berlalu tanpa perenungan tentang rezeki yang telah dititipkan oleh Allah SWT.
Jika kita menghargai hal-hal kecil, hal ini menjadi tanda kita sudah mewujudkan tanda syukur sekaligus gerbang memperoleh rezeki yang lebih besar dan berkah.
(hap)