news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Sumpah Pemuda.
Sumber :
  • Pexels/Irgi Nur Fadil

Teks Khutbah Jumat 14 November 2025 Singkat: Meneladani Semangat Hari Pahlawan

Berikut teks khutbah Jumat 14 November 2025 singkat padat: Meneladani Semangat Hari Pahlawan.
Kamis, 13 November 2025 - 15:25 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan. 

Semangat juang mereka bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks kehidupan modern, jihad dan perjuangan tidak selalu berarti mengangkat senjata. 

Umat Islam dapat berjuang melalui ilmu, harta, kebaikan lisan, serta bakti kepada orang tua dan masyarakat. 

Nilai-nilai kepahlawanan inilah yang menjadi tema utama dalam khutbah Jumat 14 November 2025 berikut, sebagai refleksi bahwa semangat pahlawan sejati lahir dari keikhlasan dan pengorbanan untuk kebenaran serta kemaslahatan umat.

Berikut teks khutbah Jumat "Meneladani Semangat Hari Pahlawan" dilansir dari laman LPAIK Unmuh Jember.

Ilustrasi shalat Jumat
Sumber :
  • Unsplash/Rumman Amin

 

Khutbah Pertama

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Kita wajib bersyukur atas nikmat Allah SWT yang tiada terhitung, terutama nikmat iman, kesehatan, dan kemerdekaan. Berkat rahmat-Nya, kita hidup dalam suasana damai dan dapat beribadah tanpa takut akan peperangan.

Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan para pahlawan bangsa. Mereka telah mengorbankan jiwa dan harta demi membebaskan negeri ini dari penjajahan. Salah satu momen bersejarah adalah Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, saat arek-arek Suroboyo bersama Bung Tomo berjuang mempertahankan kehormatan bangsa.

Dari semangat itu, umat Islam bisa mengambil pelajaran: bahwa jihad dan perjuangan tidak berhenti di medan perang. Dalam kehidupan sekarang, kita pun bisa menjadi pahlawan dengan cara yang berbeda — melalui ilmu, harta, ketaatan kepada orang tua, dan lisan yang membawa kebaikan.

Ilustrasi santri di pondok pesantren
Sumber :
  • ANTARA

 

Empat Bentuk Kepahlawanan di Zaman Sekarang

1. Berjuang dengan Ilmu

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 122:

“Tidak sepatutnya orang-orang Mukmin itu semuanya pergi berperang. Hendaklah sebagian dari mereka memperdalam pengetahuan agama...”

Menuntut ilmu adalah bentuk jihad yang sejajar nilainya dengan perjuangan fisik. Dengan ilmu, umat Islam mampu menjaga agama dan membangun peradaban yang lebih baik.

2. Berjuang dengan Harta

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Infak dan sedekah menjadi salah satu bentuk perjuangan nyata di masa damai. Termasuk membantu sesama, baik di negeri sendiri maupun saudara kita yang sedang berjuang seperti di Palestina.

3. Berjuang dengan Berbakti kepada Orang Tua
Rasulullah SAW bersabda:

“Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya (orang tua).” (HR. Muslim)

Berbakti kepada orang tua adalah jihad terbesar bagi anak. Doa dan ketaatan kepada mereka menjadi wujud rasa terima kasih atas pengorbanan mereka selama hidup.

4. Berjuang dengan Lisan yang Baik

“Barang siapa melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya.” (HR. Muslim)

Dengan lisan, kita bisa menebar kebaikan, menyeru kepada kebenaran, serta menolak kebatilan. Rasulullah juga bersabda:

“Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud)

Penutup Khutbah Pertama

Semoga kita semua mampu menjadi pahlawan dalam kehidupan sehari-hari, melalui amal, ilmu, dan akhlak yang mulia.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Di masa damai ini, perjuangan bisa dilakukan melalui perbuatan dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. Namun bila kehormatan dan keyakinan umat diserang, maka jihad fisik menjadi kewajiban, sebagaimana firman Allah SWT:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Marilah kita terus meneladani nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan — baik para sahabat Rasulullah, maupun pejuang kemerdekaan bangsa kita. Jadilah pahlawan di lingkungan masing-masing: di keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

(gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral