- Pixabay/OpenClipart-Vectors
Ada Hujan Meteor Geminid Desember 2025, Baca 3 Doa ini yang Disertai Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
tvOnenews.com - Hujan meteor Geminid merupakan fenomena astronomi yang memukau. Peristiwa langit ini sangat dinantikan di setiap akhir tahun.
Pada 2025, hujan meteor Geminid akan mengalami intensitas tertingginya di akhir tahun 2025. Saat terjadi puncaknya, hujan meteor ini mampu dilihat dari sejumlah wilayah.
Di Indonesia, hujan meteor ini juga terlihat di beberapa wilayah, salah satunya Jakarta dan sekitarnya. Dari fenomena ini, ada cahaya alami yang terlihat dari langit diperkirakan terjadi pada pertengahan Desember 2025.
Melansir dari laman astronomi Time and Date, hujan meteor Geminid terjadi sejak 4-20 Desember 2025. Puncak dari peristiwa astronomi ini pada malam hari antara 14 Desember hingga 15 Desember 2025.
Saat periode puncaknya, fenomena hujan meteor ini akan memperlihatkan 120-150 meteor jatuh per jam. Keuntungannya, waktu peristiwa astronomi ini terjadi cukup lama bisa mencapai 6-10 jam.
- Freepik/kjpargeter
Kilatan cahaya dari hujan meteor Geminid melintas cepat di langit. Fenomena ini bukan sekadar peristiwa astronomi, tetapi menunjukkan adanya tanda kebesaran Allah SWT dan sebagai sarana tafakur alam.
Dalam agama Islam, umat Muslim diajarkan tidak menunjukkan sikap rasa takut secara berlebihan ketika ada fenomena langit. Rasulullah SAW pernah mengajarkan agar memperbanyak doa.
Rasulullah SAW memperbanyak mengingat Allah SWT ketika ada fenomena langit seperti hujan meteor. Umat Muslim pun mendapat ajaran agar selalu berdzikir hingga istighfar.
Dengan adanya fenomena langit seperti hujan meteor jatuh merupakan bagian kuasa dan kebesaran dari Allah SWT. Umat Muslim boleh mengaguminya hingga menggetarkan doa tertentu.
Bacaan Doa Melihat Hujan Meteor
- Pixabay
Merujuk dari Buku Tuntunan Doa dan Zikir untuk Segala Situasi dan Kebutuhan karya Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil, dan kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi, ada sejumlah doa saat melihat meteor jatuh sebagai berikut:
مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Bacaan Latin: Maa syaa Allah laa quwwata illa billaah.
Artinya: "Apa yang dikehendaki Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan (pertolongan) Allah."
Dalam kitab Amali Al Adzkar, Ibnu Hajar Al Asqalani berpendapat derajat dari hadis riwayat ini dhaif jiddan atau sangat lemah. Kendati demikian hadis ini boleh diamalkan ketika melihat bintang jatuh.
Ada juga doa lain yang digetarkan umat Muslim saat terjadinya hujan meteor jatuh. Setidaknya doa pertama ketika melihat fenomena ini menggetarkan tasbih, tahmid hingga takbir. Tujuannya menunjukkan rasa kagum terhadap kekuasaan dari Allah SWT.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ
Bacaan Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci bagi Allah dan segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."
Selepas menggetarkan tiga bacaan dzikir ini, umat Muslim bisa melafalkan doa ini sebanyak tiga kali sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ
Bacaan Latin: Allaahumma ahillahu 'alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaami. Hilaalu khairin wa rusydin.
Artinya: "Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan Islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk."
Merujuk dari Quran Kemenag RI, setidaknya ada beberapa tafsir Ayat Suci Al-Quran mengisahkan hujan meteor. Salah satunya adalah Surat As-Saffat Ayat 10, Allah SWT berfirman:
اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
Artinya: "Kecuali (setan) yang menyambar pembicaraan dengan sekali sambar; maka ia dikejar oleh bintang yang menyala." (QS. As-Saffat, 37:10).
Ada Surat Al-Hijr Ayat 16-18 mengenai hujan meteor sebagai fenomena astronomi atas kekuasaan-Nya, Allah SWT berfirman:
وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِيْنَۙ, وَحَفِظْنٰهَا مِنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍۙ, اِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ مُّبِيْنٌ
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang-orang yang memandang (langit itu). Kami menjaganya dari setiap setan yang terkutuk, kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) maka dia dikejar oleh bintang-bintang (berapi) yang terang." (QS. Al-Hijr, 15:16-18).
Jika mengacu pada tafsir beberapa ayat dalam Al-Quran ini, maka hujan meteor sebagai senjata menghantam setan-setan berusaha mengambil berita atau informasi dari langit.
(hap)