news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Buraq, kendaraan ditunggangi Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj.
Sumber :
  • Freepik

Kalau Bukan Kuda Bersayap, Bagaimana Ciri-ciri Buraq Ditunggangi Nabi Muhammad SAW saat Peristiwa Isra Mi'raj?

Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengupas tuntas ciri-ciri Buraq sebagai kendaraan ditunggangi Nabi Muhammad SAW menuju Sidartul Muntaha dalam peristiwa Isra Mi'raj.
Jumat, 16 Januari 2026 - 14:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Peristiwa Isra Mi'raj merupakan perjalanan agung dalam sejarah agama Islam. Peristiwa ini juga menjadi salah satu bagian mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Salah satu hal menarik dalam peristiwa Isra Mi'raj, Buraq dikenal sebagai kendaraan ditunggangi Nabi Muhammad SAW. Banyak menyebutkan Buraq seperti kuda putih bersayap yang terbang memiliki kecepatan kilat.

Benarkah gambaran buraq merupakan kendaraan seperti kuda terbang? Mengenai hal ini, pendakwah ternama Ustaz Adi Hidayat mengupas tuntas ciri-ciri buraq dalam peristiwa Isra Mi'raj.

Ciri-ciri Buraq Kendaraan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi'raj

Ilustrasi Buraq, kendaraan Nabi Muhammad menuju Sidratul Muntaha dalam peristiwa Isra Mi'raj
Sumber :
  • Freepik

"Buraq memiliki arti sebagai tunggangan atau alat transportasi untuk menuju ke satu tempat dengan kilat. Cepat sekali itu," ujar Ustaz Adi Hidayat dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (16/1/2026).

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan asal mula kalimat Buraq. Ia mengatakan, kalimat tersebut berasal dari bahasa Arab dengan sebutan barqun.

"Terkait kata barqun, Anda bisa menemukannya langsung di Surat Al-Baqarah Ayat 20. Itu berarti kilat," terangnya.

Merujuk dari Quran Kemenag RI, begini bunyi Surat Al-Baqarah Ayat 20 sebagai dalil Al-Quran tentang buraq, Allah SWT berfirman:

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ

Bacaan Latin: Yakaadul-barqu yakhtafu absaarahum, kullamaa adaa'a lahum masyau fiih(i), wa izaa azlama ‘alaihim qaamuu, wa lau syaa'allaahu lazahaba bisam‘ihim wa absaarihim, innallaaha ‘alaa kulli syai'in qadiir(un).

Artinya: "Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu. Apabila gelap menerpa mereka, mereka berdiri (tidak bergerak). Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah, 2:20).

Melalui tafsir ayat ini, Ustaz Adi Hidayat mengambil penjelasan dari sebuah hadis riwayat. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu.

Dalam hadis riwayat Anas RA, Ma'mar dari Qatadah menjelaskan kehadiran dan ciri-ciri buraq, begini bunyinya:

"Pada malam Isra`, Buraq dihadirkan kepada Rasulullah SAW dalam keadaan sudah dilengkapi pelana dan tali kekang. Namun beliau kesulitan untuk menaikinya. Jibril pun berkata kepada Buraq, 'Apa yang menyebabkanmu bertingkah seperti ini? Demi Allah! Tidak ada seorang pun yang mengendaraimu yang lebih mulia daripada dia (Nabi Muhammad SAW).' Ia (Buraq) pun bersimbah keringat."

Ustaz Adi Hidayat menceritakan sedikit terkait kehadiran buraq. Banyak masyarakat Makkah tidak percaya dengan mukjizat tersebut.

"Rasulullah SAW saat itu naik sampai Bukit Qubes. Beliau menceritakan hal itu kepada penduduk Makkah. Tetapi banyak penduduk tidak mempercayai dan mengatakan Nabi Muhammad SAW sebagai tukang kibul dan pembohong," jelasnya.

Kata Ustaz Adi Hidayat, sekelas Abu Jahal yang menantang kehebatannya mengolok-olok Nabi Muhammad SAW.

"Abu Jahal senang sekali tuh, kesempatan banget buat dia untuk menjelek-jelekkan Rasulullah SAW," lanjutnya.

Dari sekian banyak yang tidak mempercayai, sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar As-Shiddiq menjadi satu-satunya sahabat yang percaya dengan beliau.

Abu Bakar pun menjelaskan kepada penduduk Makkah, kala itu Nabi Muhammad SAW benar-benar menuju bukit. Tujuannya untuk naik ke Sidratul Muntaha menggunakan buraq.

Ustaz Adi Hidayat tidak membantah ciri-ciri kendaraaan ditunggangi Nabi Muhammad SAW seperti kuda dengan kecepatan di luar batas.

Lanjut Ustaz Adi Hidayat, namun buraq tidak seutuhnya seperti kuda. Menurutnya, perawakan buraq tidak setinggi kuda.

"Tetapi lebih besar dari keledai," tambahnya.

Melalui hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ciri-ciri buraq secara detail sebagai berikut:

"Saya diperlihatkan dan dipersiapkan satu hewan tunggangan yang bukan bighol (hewan campuran kuda dan keledai, kuda paling tangguh di masa itu) tetapi lebih besar dari keledai, namanya Buraq." (HR. Bukhari)

"Lantas, bagaimanakah kecepatannya? Ini dijelaskan lagi oleh Nabi Muhammad dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Imam Muslim Nomor 164, yaitu bergerak sekelebat pandangan," tuturnya.

Ustaz Adi Hidayat tidak bisa membayangkan kecepatan buraq. Kendaraan ini dikenal sebagai hewan surgawi dan bukan berasal dari bumi atau daratan.

"Maka itu, dia begitu kita melihatnya ke satu gerbang, dia tiba-tiba sudah ada di situ. Kita melihat lagi ke satu galaksi dalam sekejap, dia sudah ada di situ. Pokoknya pergerakannya sangat cepat bagaikan kilat," katanya.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:04
02:11
03:07
01:56
05:09
04:48

Viral