- Pexels/Thirdman
Menjelang Ramadhan, Hindari Puasa Qadha di 5 Waktu Terlarang Ini
tvOnenews.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri dengan menyelesaikan puasa qadha yang tertinggal.
Puasa qadha merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum memasuki Ramadhan berikutnya, sehingga sering kali dilakukan pada bulan-bulan menjelangnya.
Namun, dalam pelaksanaannya, tidak semua waktu diperbolehkan untuk berpuasa qadha.
Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa waktu yang tergolong terlarang untuk melaksanakan puasa, termasuk puasa qadha.
Larangan ini bertujuan menjaga kesempurnaan ibadah serta memastikan umat Islam menjalankan puasa sesuai dengan tuntunan syariat.
Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui dan memahami waktu-waktu tersebut agar tidak keliru dalam menunaikan kewajiban sebelum Ramadhan tiba.
Berikut, waktu dilarang melaksanakan puasa qadha Ramadhan
- Pexels/ Gül Işık
1. Hari Tasyrik
Melansir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah perayaan Iduladha, yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.
Pada hari tersebut, umat Muslim tidak diperbolehkan melaksanakan puasa qadha Ramadhan.
Larangan ini karena pada Hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk menikmati makanan dan hidangan dari daging kurban.
Hari-hari tersebut menjadi waktu untuk bersyukur atas nikmat Allah, bukan untuk berpuasa. Rasulullah SAW juga telah menjelaskan larangan berpuasa pada Hari Tasyrik dalam sebuah hadis berikut:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ
Artinya: "Dari Ibnu Umar RA, keduanya berkata: 'Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.'" (HR Bukhari, no. 1859)
2. Idulfitri
Hari Raya Idulfitri atau tanggal 1 Syawal merupakan hari di mana orang-orang merayakan kemenangan setelah satu bulan berpuasa.
Puasa di tanggal 1 Syawal diharamkan. Hal tersebut tertuang dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW melarang umatnya berpuasa di dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Muslim)
3. Iduladha
Iduladha termasuk salah satu hari raya yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa.
Selain Idulfitri, Idulsdha juga menjadi hari yang dilarang untuk berpuasa berdasarkan ajaran Rasulullah SAW.
Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur.
Larangan berpuasa pada hari raya Idulfitri dan Iduladha dijelaskan dalam riwayat Imam Bukhari.
Rasulullah SAW dengan tegas melarang umatnya berpuasa pada dua hari besar tersebut.
Dari Abi Ubaid Maula Ibn Azhar berkata, "Aku menyaksikan hari raya bersama Umar bin al Khattab, beliau berkata: ini adalah dua hari yang dilarang Rasulullah saw. untuk berpuasa, yakni hari berbukanya kalian dari puasa, dan hari lainnya kalian makan di dalamnya dari hewan sembelihan kalian." (HR. Bukhari)
Selain tiga hari yang sudah disebutkan, hari-hari ain juga tidak disarankan untuk berpuasa.
Hari tersebut di antaranya, hari Jumat secara khusus (tanpa dibarengi dengan puasa di hari sebelum atau sesudahnya, hari Syak (meragukan) yakni hari terakhir Syaban di mana penentuan bulan Ramadhan.
(nka)